Jika Si Kecil Kurang Percaya Diri PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 16 Juni 2010 16:27

Menanamkan rasa percaya diri pada anak-anak termasuk tugas orangtua yang sangat penting. Ini karena rasa itu akan menjadi modal penting untuk kesuksesannya. Dia akan lebih cepat bergaul, lebih cepat menguasai keahlian, lebih siap menghadapi masalah, lebih eksploratif dan lebih kreatif.

Darimana balita kita mulai membangun rasa percaya dirinya? Sebagian besarnya dari hal-hal di bawah ini:
 
Pengasuhan. Model pengasuhan yang otoritatif (memotivasi kebebasan berkembang dan mengarahkan batasan yang jelas) lebih bisa mengantarkan anak menjadi lebih percaya diri ketimbang yang cuek atau yang sedikit-sedikit “jangan”.
 
Sikap cuek bisa membahayakan anak secara jiwa atau fisik. Kalau dia sampai menyentuh benda-benda berbahaya, mungkin dia akan trauma lalu tidak mau mencoba bereksplorasi lagi (jera).

Sama bahayanya dengan pengasuhan yang sedikit-sedikit “jangan” (Overparenting). Kata itu akan membangun pembatas di dalam diri anak sehingga membuat dia tidak percaya diri saat mencoba hal-hal baru.

Jadi, yang lebih aman adalah merangsang anak untuk bereksperimen, namun dengan pendampingan yang memadai.  
 
Komunikasi. Model komunikasi yang asertif (sopan, menghormati, dan kuat) lebih bisa mengantarkan anak menjadi lebih percaya diri ketimbang yang agresif (menyerang) atau pasif (kurang hangat).

Komunikasi yang terlalu korektif (selalu mengkritik anak), lebih-lebih disertai sikap yang menjatuhkan, dapat membuat anak merasa tidak pantas untuk mampu. Ini akan membangun keminderan anak.

Sama jeleknya juga dengan komunikasi yang kurang hangat. Anak kita butuh pujian yang mendidik saat dia berhasil mencapai sesuatu (berprestasi), misalnya bisa mengambil barang yang kita suruh. Jika kita dingin-dingin saja, ini kurang memotivasi dia untuk bereksplorasi dan berprestasi. 

Kualitas kedekatan. Kedekatan yang membuat anak merasa aman dan nyaman lebih bisa mengantarkan anak menjadi lebih percaya diri ketimbang kedekatan yang membuat anak merasa tidak aman.

Meski kita bisa mengatakan bahwa semua orangtua itu pasti dekat dengan anaknya, tetapi kualitas kedekatannya tidak bisa disamaratakan. Ada yang hanya dekat secara fisik tetapi batinnya jauh.

Ada kedekatan yang membuat jiwa anak merasa aman, tapi ada yang malah sebaliknya. Misalnya karena orangtua kurang bisa memahami jiwa anaknya lalu menimbulkan cekcok sehingga anak malah merasa terancam dengan orang dewasa di sekitarnya.

Kedekatan yang demikian dapat membuat anak berkesimpulan bahwa dia hidup di dunia yang dipenuhi ancaman sehingga dia berkesempatan membangun kekhawatiran.

Secara umum, untuk membangun rasa percaya diri, balita kita membutuhkan kasih sayang yang membuat dia merasa aman, lingkungan yang aman, kedekatan yang membesarkan hatinya, serta kebebasan berkembang yang membuat dia bisa menjajal berbagai eksperimentasi (merasakan atau membuktikan pengalaman baru)

-Sahabat Nestle-


Artikel Terkait:
Kecilnya "Burung" Si Kecil
Kecilnya ukuran alat kelamin anak laki-laki sering merisaukan orang tua. Padahal untuk memastikan normal tidaknya ukuran penis baru bisa diketahui...
Bayi Kurus Berarti Kurang Gizi?
Selama ini ada anggapan, bayi kurus berarti kekurangan gizi atau menderita penyakit tertentu.Padahal, penyebabnya bisa macam-macam. "Periksa ke...
Jika BB Lahir Rendah
Penanganan bayi dengan BB lahir rendah, lebih khusus ketimbang bayi normal karena ia lebih sensitif terhadap lingkungannya. Kondisi tubuhnya yang...


Artikel Paling Banyak Dibaca:
Resep Makanan Bayi Umur 6-12 Bulan
1. PUDING ROTI APEL BAHAN : 150 gr apel, cuci belah empat dan buang bagian tengahnya 75 gr roti tawar buang tepinya dan iris kecil 50 ml...
Tabel Berat & Tinggi Badan Rata-Rata
Berapa berat dan tinggi ideal anak Anda? Berikut adalah tabel Berat & Tinggi Badan Rata-Rata  untuk anak berumur 0 - 5 tahun, tanpa membedakan...
Diare pada Bayi
Diare Infeksius adalah suatu keadaan dimana anak sering buang air besar dengan tinja yang encer sebagai akibat dari suatu infeksi. PENYEBAB...
Rumus untuk Menghitung Berat Badan Ideal
Ternyata, rumus untuk menghitung berat badan ideal telah ada sejak lebih dari seabad lalu. Rumus berat badan ideal yang pertama dibuat oleh seorang...
Menu Makanan Anak Usia 1-2 Tahun (12-24 Bulan)
Pada prinsipnya, begitu anak menginjak usia 1 tahun, dia sudah dapat mengkonsumsi makanan yang istilahnya ...

Trackback(0)
Komentar (0)add comment

Tulis komentar

security image
Write the displayed characters


busy
 
Balita-Anda Online
Panduan Orangtua yang Cerdas, Kreatif dan Inovatif dalam Merawat dan Mendidik Bayi / Balita

 

Balita-Anda

Kalender Kesuburan

Silakan pilih hari pertama periode terakhir masa menstruasi Anda:

- -

Lama Siklus

Milis Balita-Anda

untuk bergabung dengan milis Balita-Anda silakan kirim email kosong ke:
balita-anda-subscribe@balita-anda.com

Link Bermanfaat


d’BC Network
Sambil jaga anak, sambil dandan, sambil masak, sambil berbisnis via internet.
Hanya di d’BC Network



Malino Voyage Tickets
Anda perlu tiket pesawat dengan harga lebih murah dari harga web? Plus ada diskon khusus untuk Anggota Balita-Anda silakan hubungi kami di Malino Voyage atau Telp/SMS ke 089623130099 atau hubungi Webmaster Balita-Anda


Login Anggota

Sign in with Facebook
0 users and 554 guests online
www.balita-anda.com-together
     
    
Home Psikologi Jika Si Kecil Kurang Percaya Diri
Banner
Banner