Anak Anda Agresif ? PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 14 May 2007 01:14
Jika anda mempunyai buah hati berusia 2 s.d. 3 tahun, anda mungkin sering dibikin pusing karena anak anda agresif, suka memukul, menggigit atau jenis kekerasan yang lain.

Anda mungkin sedikit shock jika saya katakan bahwa perilaku agresif anak anda itu adalah perilaku NORMAL dalam perkembangan anak.

Mengapa ?

Jika anda mempunyai buah hati berusia 2 s.d. 3 tahun, anda mungkin sering dibikin pusing karena anak anda agresif, suka memukul, menggigit atau jenis kekerasan yang lain.

Anda mungkin sedikit shock jika saya katakan bahwa perilaku agresif anak anda itu adalah perilaku NORMAL dalam perkembangan anak.

 

Mengapa ?

Usia 2 s.d. 3 tahunan bisa dikatakan sebagai usia transisi awal pada perkembangan anak, dimana anak sedang mengalami keinginan yang sangat besar untuk menjadi mandiri.

Dilain pihak, kemampuan bahasa anak masih belum mencapai tahap yang cukup untuk bisa berkomunikasi dengan sempurna.

Gap terhadap kedua kemampuan yang sedang berkembang ini akan 'dilepaskan' oleh anak dalam bentuk tindakan fisik seperti bertindak agresif dan sejenisnya. Memang hanya itulah cara yang paling mudah dilakukan oleh anak untuk mengungkapkan emosinya.

Untuk itu, sebagai orangtua kita HARUS memahami bahwa sikap agresif seperti memukul atau menggigit pada LEVEL TERTENTU adalah sangat normal, karena anak masih terfokus pada pemikiran 'SAYA' atau 'MILIK SAYA'.

Dengan mengetahui apa yang sedang terjadi pada diri anak anda ini, andapun menjadi lebih tenang dan tidak perlu terlalu khawatir melihat perilaku agresif anak anda (tentunya perilaku agresif yang tidak terlalu kelewatan).

Jadi, jangan sampai perilaku agresif anak anda membuat anda menjadi panik, yang berakibat pada perlakuan kekerasan anda terhadap anak.

INGAT !
Kemampuan anda untuk mengendalikan emosi/rasa marah anda merupakan LANGKAH PERTAMA yang akan menentukan apakah anda akan bisa mengendalikan anak anda atau tidak.

Bagaimana mungkin anda meminta anak anda tidak boleh memukul dengan cara anda memukulnya. Padahal anak seusia ini melakukan segala sesuatunya dengan cara MENIRU lingkungannya.
Iya 'kan... ?

Yang penting dan harus selalu diingat, anda harus selalu menasehati anak anda bahwa perilaku agresif tersebut tidak baik dan tidak dapat anda terima. Selain itu, anda harus membantu anak anda dengan menunjukkan cara lain untuk mengungkapkan perasaan atau emosi anak.

Anda setuju dengan saya tentang hal diatas ?

Saya tahu, anda masih memendam sebuah pertanyaan besar, yaitu :
Langkah kongkret seperti apa yang bisa saya lakukan untuk menasehati ataupun menunjukkan cara pengungkapan emosi anak ?

Ada beberapa hal yang telah kami terapkan dengan hasil yang cukup efektif.

1. Peringatan Awal/Dini dan Batasan yang Jelas

Hhmmm...itu lagi !. Mungkin begitu komentar langsung dari anda yang telah membaca eBook 3 Tahun Pertama yang Menentukan.

BETUL !
Dari pengalaman saya, cara inilah yang PALING EFEKTIF untuk mengendalikan dan mencegah perilaku anak sebelum dia terlanjur melakukan tindakan agresif.

Dengan peringatan awal ini, anak menjadi tahu dan siap secara mental terhadap apa yang akan terjadi jika dia berbuat sesuatu yang diluar batasan yang telah anda tetapkan.


Catatan :
Keterangan lebih detail tentang Peringatan Awal ini dapat anda baca di eBook 3 Tahun Pertama yang Menentukan.

Anda harus dengan JELAS dan SINGKAT menyampaikan kepada anak anda hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukannya di setiap kegiatan/permainan bersama dengan orang lain.

Dan yang penting, anda harus secara KONSISTEN menjalankan apa yang telah anda sampaikan kepada anak anda.

Misalnya, jika anak anda senang bermain mandi bola di taman bermain, sebelum anak anda mulai bermain, anda bisa mengatakan bahwa dia boleh bermain dengan teman-temannya, tetapi jika melemparkan bolanya ke anak lain, maka dia akan segera diminta berhenti.

Jika ternyata anak anda kelihatan agresif dengan melemparkan bola ke anak lain, maka anda harus SEGERA membawa anak anda keluar dari tempat mandi bola tersebut.

JANGAN ditunggu sampai dia melakukannya 2 atau 3 kali, baru anda bereaksi !

Anak anda perlu tahu SEGERA bahwa tindakannya tidak bisa anda terima, dan apa yang anda katakan sebelumnya memang berlaku.

2. Cooling-Down

Cooling-down disini pada dasarnya hampir sama dengan time-out yang telah dibahas di edisi beberapa bulan yang lalu.

Untuk contoh mandi bola diatas, begitu anak anda bersikap agresif, anda SEGERA membawa anak anda keluar dari tempat mandi bola, kemudian ajaklah dia duduk bersama anda untuk melihat anak lain bermain mandi bola. Kemudian jelaskan bahwa dia boleh bermain lagi jika dia berjanji tidak akan mengulangi tindakan agresifnya.

Cara ini jauh lebih efektif daripada anda berteriak-teriak atau bahkan memukul anak anda.

Ini merupakan sebuah time-out sekaligus cooling-down bagi anak anda. Dengan cara ini, anak anda akan menyadari bahwa tindakannya berhubungan dengan konsekuensi yang akan dihadapinya.

3. Mengajarkan Tindakan Alternatif

Setelah anak anda sudah tenang, anda bisa membicarakan secara baik-baik dengan anak anda apa yang telah membuat dia marah. TEKANKAN bahwa dia BOLEH marah, tetapi TIDAK BOLEH melampiaskannya dengan melempar, memukul ataupun menggigit.

Anda bisa mengajarkan alternatif lain seperti misalnya dengan berteriak, menendang bola, atau yang lain.

Anak saya, Rihan, lebih senang berteriak jika sedang marah. Kalau di rumah, Rihan kami belikan bola khusus bergambar power ranger yang bisa ditendang dan dipukul tapi bolanya tidak mental jauh (ada pemberatnya). Bola tersebut yang akan menjadi sasaran ungkapan kemarahannya.

4. Memberikan Pujian

Ini merupakan cara yang sangat EFEKTIF pula untuk MENCEGAH anak bertindak agresif.

JANGANLAH kita hanya memperhatikan perilaku anak yang tidak baik saja, tetapi HARUS memperhatikan tindakannya yang baik dan dengan tulus memberikan pujian.

Contohnya, jika dia sedang bermain perosotan dengan teman-temannya dan anak anda tidak mendorong temannya tetapi bisa sabar menunggu giliran, maka pujilah bahwa tindakannya itu sangat bagus.

Dengan begitu dia merasa mendapatkan perhatian lebih baik dengan emosi yang positif daripada merasa diperhatikan setelah berbuat kesalahan.

Hal ini kelihatan sepele, tetapi saya perhatikan jarang sekali orangtua yang dengan aktif dan sungguh-sungguh melakukannya.


Masih banyak hal-hal lain yang bisa dilakukan, tetapi 4 hal diatas merupakan tindakan terpenting yang cukup efektif untuk mencegah dan mengatasi anak bertindak agresif.

Tetapi yang HARUS selalu diingat adalah bahwa

TIDAK ADA resep khusus yang 100% bisa diterapkan kepada semua anak !

Setiap anak mempunyai ciri khasnya masing-masing. Anda bisa mencoba cara yang telah saya lakukan, tetapi belum tentu cocok diterapkan ke anak anda.

Selamat Mencoba !

oleh : Taufan Surana



Artikel Terkait:
Tips Merawat Anak Campak
Lakukan isolasi. Putuskan kontak langsung maupun tak langsung (melalui peralatan sehar-hari seperti alat makan-minum, baju, alas tidur, dll)...
Tokso: Apa yang Dapat Anda Lakukan
Orang dengan HIV sangat berisiko mendapat tokso, sebuah infeksi serius yang sering menyerang otak. Artikel ini menjelaskan apa yang dimaksud...
Anak Ogah Makan, Salah Ortu
Walau seorang anak ogah-ogahan makan, bisa jadi bukan faktor si anak tetapi lantaran kesalahan ortu (orang tua) dalam menerapkan pola makan pada...
10 Hal Tabu dalam Mendidik Anak
Apa yang akan terjadi jika anak dibesarkan dalam kondisi yang dipenuhi dengan kekerasan? Tentu, ia akan mengadopsi cara-cara yang sering ia lihat ke...
Kapankah Anak Belajar Bahasa Inggris?
Ada anggapan, semakin muda usia semakin mudah anak belajar bahasa daripada orang dewasa. Ada pula yang berpendapat, belajar bahasa asing sejak dini...


Artikel Paling Banyak Dibaca:
Resep Makanan Bayi Umur 6-12 Bulan
1. PUDING ROTI APEL BAHAN : 150 gr apel, cuci belah empat dan buang bagian tengahnya 75 gr roti tawar buang tepinya dan iris kecil 50 ml...
Tabel Berat & Tinggi Badan Rata-Rata
Berapa berat dan tinggi ideal anak Anda? Berikut adalah tabel Berat & Tinggi Badan Rata-Rata  untuk anak berumur 0 - 5 tahun, tanpa membedakan...
Diare pada Bayi
Diare Infeksius adalah suatu keadaan dimana anak sering buang air besar dengan tinja yang encer sebagai akibat dari suatu infeksi. PENYEBAB...
Rumus untuk Menghitung Berat Badan Ideal
Ternyata, rumus untuk menghitung berat badan ideal telah ada sejak lebih dari seabad lalu. Rumus berat badan ideal yang pertama dibuat oleh seorang...
Menu Makanan Anak Usia 1-2 Tahun (12-24 Bulan)
Pada prinsipnya, begitu anak menginjak usia 1 tahun, dia sudah dapat mengkonsumsi makanan yang istilahnya ...

Trackback(0)
Komentar (1)add comment
0
Ninik: ...
bapak-ibu yang sedang mencari tempat terapi terpadu di kota yogyakarta bisa menghubungi klinik Rumah Sahabat, pusat terapi anak berkebutuhan khusus dengan terapi Wicara, Sensori Integrasi, Fisioterapi dan terapi lainnya sesuai kebutuhan anak... silakan hubungi di 0274 8267882
1

Mei 19, 2011
Voting: +0

Tulis komentar

security image
Write the displayed characters


busy
 
Balita-Anda Online
Panduan Orangtua yang Cerdas, Kreatif dan Inovatif dalam Merawat dan Mendidik Bayi / Balita

 

Balita-Anda

Kalender Kesuburan

Silakan pilih hari pertama periode terakhir masa menstruasi Anda:

- -

Lama Siklus

Milis Balita-Anda

untuk bergabung dengan milis Balita-Anda silakan kirim email kosong ke:
balita-anda-subscribe@balita-anda.com

Link Bermanfaat


d’BC Network
Sambil jaga anak, sambil dandan, sambil masak, sambil berbisnis via internet.
Hanya di d’BC Network



Malino Voyage Tickets
Anda perlu tiket pesawat dengan harga lebih murah dari harga web? Plus ada diskon khusus untuk Anggota Balita-Anda silakan hubungi kami di Malino Voyage atau Telp/SMS ke 089623130099 atau hubungi Webmaster Balita-Anda


Login Anggota

Sign in with Facebook
0 users and 235 guests online
www.balita-anda.com-together
     
    
Home Perilaku Anak Anak Anda Agresif ?
Banner
Banner