|
Perilaku Anak
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Rabu, 16 Desember 2009 07:48 |
|
Arti tangisan bayi berumur 0-3 bulan
Pada umumnya, para ibu mengartikan tangis bayi sebagai tanda lapar. Ingatlah, menangis tak selalu berarti lapar. Arti tangis berbeda-beda, masing-masing merupakan tanda komunikasi yang jelas sebagai ungkapan pesan kepada Anda tentang apa yang ia butuhkan. Gerakan tubuh yang menyertai tangis dapat membantu Anda lebih memahaminya. Makin keras dan makin lama tangis, makin kuat kebutuhannya.
Saya lapar. Tangis lapar biasanya berpola. Ia menangis, lalu stop untuk bernafas, menangis lagi, lalu stop untuk bernafas. Biasanya diselingi gerakan mengisap. Jika sangat lapar, tangisnya lebih keras dan terus-menerus.
Jika ia masih menangis saat disusui ASI, coba lihat hidungnya. Ada kemungkinan bibir atasnya menutupi hidung dan ia sulit bernafas, sehingga menangis.
Saya bosan Tangis bosan biasanya pendek, diikuti keheningan, lalu tangis pendek lagi. Tangisnya akan berlanjut jika Anda tak segera mendekatinya dan mengajaknya bermain.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Perilaku Anak
|
|
Ditulis oleh Martina Rini S. Tasmin, SPsi
|
|
Selasa, 13 Oktober 2009 07:41 |
|
Arieeeeeeeef, kok masih juga main mobil-mobilannya, Mama kan sudah bilang dari tadi, kamu sekarang harus mengerjakan pr dari sekolah, sebentar lagi kan mau berangkat kumon.
Aaaah Mama, nanti dulu deh, Arief kan mainnya baru sebentar banget, belum selesai nih Ma. Ini kan ambulans, ambulansnya lagi antar Lala ke rumah sakit, nggak boleh berhenti di jalan harus cepat sampai, kalau brenti-brenti kan kasian Lalanya, nanti nggak cepat sembuh. Brem brem brem brem breemmmmmmmmm
|
|
Selengkapnya...
|
|
Perilaku Anak
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Rabu, 02 September 2009 00:54 |
|
Perkembangan anak meliputi segala perubahan yang terjadi pada anak, baik secara fisik, kognitif, emosi dan psikososial. Kemampuan anak untuk bersosialisasi dengan lingkungannya terkait dengan perkembangan psikososialnya. Perlu dipahami bahwa setiap anak berbeda dan unik. Ada yang sulit dan ada yang mudah beradaptasi. Karena itu jika anak sudah cukup usianya, ada baiknya ia disekolahkan di taman kanak-kanak, TKA atau TPA. Namun, jika belum cukup umurnya, sering-seringlah anak diajak ke luar rumah sekalipun hanya di sekitar lingkungan rumahnya untuk berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Sebab, banyaknya teman dan interaksi akan membuatnya mudah belajar tentang perilaku sosial seperti berbagi, berempati, menolong teman, memahami dan mengerti antar sesama teman, serta harus mandiri. Dengan semakin banyak teman, anak pun akan kaya dengan pengalaman. Hal ini berbeda dengan anak seusianya yang jarang berinteraksi dengan teman sebayanya di sekitar rumah; ia akan cenderung menjadi ’raja’ atau ’ratu’ yang harus dilayani, diperhatikan, dan diutamakan. Hal ini akan menghambat perkembangan psikososialnya.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Perilaku Anak
|
|
Ditulis oleh hesty_alit
|
|
Jumat, 24 April 2009 21:59 |
|
Orang tua sering dihadapkan pada masalah kemampuan menggunakan bahasa pada buah hatinya. tiba-tiba saja mereka mengatakan hal kasar, memaki, memarahi dan sebagainya. padahal kita merasa tidak mengajarkan bahasa seperti itu. Kok Bisa? Jika kita telusuri lebih jauh ternyata bahasa merupakan media untuk mentrasfer pemikiran yang ada di dalam otak kita.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Perilaku Anak
|
|
Ditulis oleh Dasmanto
|
|
Rabu, 01 April 2009 20:40 |
|
Kedekatan anak terhadap orang tuanya, terutama kepada ayahnya dipengaruhi juga dari kebiasaan-kebiasaan ayah yang diperlihatkan kepada sang anak. Ayah yang selalu mengajak anaknya berkomunikasi, bercanda, bermain ternyata bisa merubah pola pemikiran anak untuk selalu dekat dengan sang ayah. Walhasil anak itu akan rindu jika ayahnya pergi lama, bahkan hanya beberapa waktu. Menangis, sedih bahkan rewel dan terkesan manja yang kadang membuat ibunya bingung dan bertanya-tanya.
Tentu sebagai ibu harus menyadari hal itu. Karena bukan hanya ibu yang selalu mengasuhnya tetapi karena faktor lain, diantaranya seperti yang sudah dijelaskan bahwa pola pemikiran anak tentu dipengaruhi juga oleh faktor kebiasaan ayahnya.
Sebagai ayah harus merasa bersyukur dan bahagia jika anak memang ingin dekat dengan ayah. Ini bukti bahwa ayah mampu merubah pola pikir dan tingkah laku anak.
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Selanjutnya > Akhir >>
|
|
halaman 1 of 4 |