Kenapa Anak Dijauhkan Temannya? PDF Cetak E-mail
Rabu, 26 Maret 2008 13:03
Rasanya tak ada orangtua yang senang mendengar anaknya tak punya teman. Karena, memang pertemanan memiliki arti penting bagi perkembangan sosialisasi anak. Di samping perasaan sedih, kadang muncul juga perasaan tak bisa menerima. Mengapa anakku bisa tak punya teman? Apalagi jika selama ini sianak dinilai cukup supel.

Sebelum menasihati anak, ada baiknya anda mencari tahu dulu apa yang sesungguhnya terjadi. Mengapa teman-teman anak tak mau lagi bermain dengannya? Ada apa dengan mereka? Ada apa pula dengan anak anda? Hindari langsung membuat kesimpulan hanya dari cerita anak. Sebab, sebuah pertengkaran kecil antara anak dan teman baiknya bisa saja membuatnya kesepian dan merasa dikucilkan dari pergaulan. Walaupun, mungkin saja sebenarnya mereka tak berkeberatan atas kehadiran anak anda.

Sumber yang tepat untuk memperoleh informasi berimbang mengenai kasus ini adalah teman-temannya. Mintalah mereka menceritakan kejadian yang sebenarnya, sehingga anda tahu mengapa anak menuduh kawan-kawannya tak menyukainya dan enggan bermain bersamanya.

Berdasarkan informasi tersebut, barulah anda bisa membuat penilaian. Apakah tuduhan anak berlebihan atau tidak. Kalau hasil penilaian ternyata lebih baik daripada cerita anak (kenyataannya, ia masih punya banyak teman), anda bisa menenangkan anak dengan memeluknya dan mengatakan, "Coba tebak apa kata teman-temanmu, mereka senang bermain denganmu, sayang!"

Lalu bagaimana jika anak benar-benar tak punya teman. Pertama, anda bisa menanyakan, mengapa ia sampai mengira tak seorang pun mau menjadi temannya. Dengarkanlah seluruh penjelasannya, walaupun penjelasan itu tak menjawab pertanyaan anda dengan tepat.

Adakah anak bercerita bahwa teman-teman menganggapnya sok pemimpin, atau menganggapnya pemarah? Untuk mengecek kebenaran cerita anak, anda perlu juga menyaksikan sendiri bagaimana perilaku anak saat bergaul dengan teman-temannya. Apakah ia mudah bergaul dan ramah, atau sebaliknya suka memaksa dan galak? Maukah ia berbagi? Apakah ia tak mengikuti aturan? Setelah menyaksikan sendiri cara bergaul anak, tanyalah diri anda, jika anda seusia mereka, bersediakah anda bermain bersamanya?

Mengakui kekurangan anak, bagi orangtua, kadang memang berat. Tapi jika ingin situasi membaik, anda harus jujur terhadap diri sendiri, juga anak anda. Ini adalah langkah awal untuk membantu anak mengatasi masalah dalam pergaulan sosialnya.

Misalnya, tak suka berbagi. Anda bisa mengajarkan cara berbagi di rumah. Mintalah anak memberikan sebagian makanannya untuk anda, atau meminjamkan mainan kepada saudaranya. Bila anak bersedia dan mampu melakukannya dengan baik, beri pujian. Lalu yakinkan anak, bahwa dia juga bisa melakukannya pada teman-temannya.

Terlalu agresif. Terangkan, bagaimana cara berinteraksi tanpa memaksa. Beritahu cara mengendalikan emosi. Misalnya, tak memukul teman walau sedang kesal. Mintalah agar anak mau mendengarkan ucapan teman-temannya, jangan bicara terus tanpa memberi teman kesempatan bicara.

Menarik diri. Anda bisa mengingatkan anak, bahwa dirinya menyenangkan dan punya kelebihan. Jadi, untuk apa menarik diri. Ajarkan juga cara memulai percakapan kecil dengan teman. Misalnya dengan mengatakan, "Aku suka baju kamu", atau "Kamu mau nggak main boneka sama aku?" Ajak anak berlatih bicara dengan anda di rumah, sampai ia lancar mengucapkan kalimat pembuka percakapan.

Kasar dan berisik. Anak seusia ini mungkin belum sadar, sikap kasar dan berisik membuat teman-temannya menjauh. Bahkan mungkin anak menganggapnya baik, karena kadang mengundang gelak tawa dan keriuhan. Karenanya, bilang saja padanya bahwa perilaku seperti itu memang bisa mengundang tawa. Tapi bisa juga membuat orang terganggu.

Terlihat tak ramah. Latihlah anak berkomunikasi secara positif. Misalnya, beri saran agar ia lebih sering tersenyum, menatap mata, dan menegakkan kepala waktu berbicara dengan teman. Ajarkan pula cara menunjukkan sikap penolakan, persetujuan, atau pendapat kepada teman-temannya.

Tak percaya diri. Anak, mungkin belum sadar bahwa sikapnya yang serba canggung dan tak percaya diri membuat orang malas berdekatan dengannya. Untuk menumbuhkan keyakinan dan rasa percaya dirinya, ajak ia bergabung dengan kelompok kegiatan yang disukai. Apakah itu berkesenian, berolahraga atau berorganisasi.

Selamat mencoba! Semoga anak anda semakin disukai oleh orang-orang yang mengenalnya.

(perempuan.com)



Artikel Terkait:
Kenapa Permohonan Subscribe/ Unsubscribe Bisa Gagal?
Anda berminat menjadi anggota sebuah milis, tapi tak tahu bagaimana caranya? Sebaliknya, Anda juga sering kesal karena Anda sudah merasa...
Tips Merawat Anak Campak
Lakukan isolasi. Putuskan kontak langsung maupun tak langsung (melalui peralatan sehar-hari seperti alat makan-minum, baju, alas tidur, dll)...
Anak Ogah Makan, Salah Ortu
Walau seorang anak ogah-ogahan makan, bisa jadi bukan faktor si anak tetapi lantaran kesalahan ortu (orang tua) dalam menerapkan pola makan pada...
10 Hal Tabu dalam Mendidik Anak
Apa yang akan terjadi jika anak dibesarkan dalam kondisi yang dipenuhi dengan kekerasan? Tentu, ia akan mengadopsi cara-cara yang sering ia lihat ke...
Kapankah Anak Belajar Bahasa Inggris?
Ada anggapan, semakin muda usia semakin mudah anak belajar bahasa daripada orang dewasa. Ada pula yang berpendapat, belajar bahasa asing sejak dini...


Artikel Paling Banyak Dibaca:
Resep Makanan Bayi Umur 6-12 Bulan
1. PUDING ROTI APEL BAHAN : 150 gr apel, cuci belah empat dan buang bagian tengahnya 75 gr roti tawar buang tepinya dan iris kecil 50 ml...
Tabel Berat & Tinggi Badan Rata-Rata
Berapa berat dan tinggi ideal anak Anda? Berikut adalah tabel Berat & Tinggi Badan Rata-Rata  untuk anak berumur 0 - 5 tahun, tanpa membedakan...
Diare pada Bayi
Diare Infeksius adalah suatu keadaan dimana anak sering buang air besar dengan tinja yang encer sebagai akibat dari suatu infeksi. PENYEBAB...
Rumus untuk Menghitung Berat Badan Ideal
Ternyata, rumus untuk menghitung berat badan ideal telah ada sejak lebih dari seabad lalu. Rumus berat badan ideal yang pertama dibuat oleh seorang...
Menu Makanan Anak Usia 1-2 Tahun (12-24 Bulan)
Pada prinsipnya, begitu anak menginjak usia 1 tahun, dia sudah dapat mengkonsumsi makanan yang istilahnya ...

Trackback(0)
Komentar (0)add comment

Tulis komentar

security image
Write the displayed characters


busy
 
Balita-Anda Online
Panduan Orangtua yang Cerdas, Kreatif dan Inovatif dalam Merawat dan Mendidik Bayi / Balita

 

Balita-Anda

Kalender Kesuburan

Silakan pilih hari pertama periode terakhir masa menstruasi Anda:

- -

Lama Siklus

Milis Balita-Anda

untuk bergabung dengan milis Balita-Anda silakan kirim email kosong ke:
balita-anda-subscribe@balita-anda.com

Link Bermanfaat


d’BC Network
Sambil jaga anak, sambil dandan, sambil masak, sambil berbisnis via internet.
Hanya di d’BC Network



Malino Voyage Tickets
Anda perlu tiket pesawat dengan harga lebih murah dari harga web? Plus ada diskon khusus untuk Anggota Balita-Anda silakan hubungi kami di Malino Voyage atau Telp/SMS ke 089623130099 atau hubungi Webmaster Balita-Anda


Login Anggota

Sign in with Facebook
0 users and 276 guests online
www.balita-anda.com-together
     
    
Home Pendidikan Anak Kenapa Anak Dijauhkan Temannya?
Banner
Banner