| Mengenal Lebih Dalam Tentang Imunisasi DPT |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator | |||
| Kamis, 14 Oktober 2010 07:25 | |||
Beberapa kali tim Infobunda mendapatkan pertanyaan tentang imunisasi DPT, misalnya saja mengenai demam yang muncul setelah imunisasi. Untuk menjawab pertanyaan itu Dr. Bernie Endyarni Medise, SpA dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memberikan penjelasan mengenai imunisasi DPT khusus untuk pengunjung setia Infobunda.Sebelum kita membahas mengenai demam yang muncul setelah diimunisasi DPT, Bunda perlu tahu dulu apa sih sebenarnya imunisasi DPT itu? “Imunisasi DPT yaitu imunisasi / vaksin kombinasi yang terdiri dari bakteri pertusis yang telah dimatikan, toksoid (zat yang menyerupai racun) dari difteri dan juga tetanus. Vaksin DPT ini diberikan untuk mencegah penyakit difteri yang bisa mematikan, penyakit pertusis yang sering disebut batuk 100 hari dan penyakit tetanus.” jelas Dr. Berni. Vaksin dikombinasikan dengan tujuan supaya anak tidak perlu disuntik berkali-kali untuk mendapatkan tiga vaksin sekaligus. Kapan dan Berapa kali diberikan? Menurut Jadwal Imunisasi Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2008 imunisasi DPT dapat diberikan pada usia minimal 6 minggu sampai 2 bulan. Lalu dilanjutkan pada usia 4 bulan dan 6 bulan. Setelah itu diulang kembali pada usia 18 bulan. Dr. Bernie menganjurkan supaya anak diberikan lagi vaksin DPT pada usia 5 tahun dan 12 tahun. Bila ternyata usia bayi Bunda sudah melewati 2 bulan dan belum mendapatkan imunisasi DPT Bunda tak perlu panik. Lakukan saja imunisasi DPT segera dengan mengikuti jadwal usianya. Misalnya usia bayi Bunda sekarang 5 bulan, Bunda tak perlu menambahkan imunisasi DPT untuk usia 2 bulan sebelumnya. Namun, memang akan lebih baik bila si kecil diimunisasi sesuai jadwalnya. Imunisasi DPT Panas & Dingin Seringkali anak menjadi demam (suhu tubuh di atas 37,5C) setelah diimunisasi. Ada yang bilang bila anak tidak demam artinya vaksin tidak bekerja dengan baik. Banyak kabar beredar kini telah tersedia Imunisasi DPT Panas & Dingin. Dr. Berni memaparkan ada dua bentuk imunisasi DPT, yakni bentuk DPwT (whole cell pertusis atau mengandung komponen protein pertusis lengkap) dan bentuk DPaT (acelullar atau hanya mengandung sebagian protein pertusis). Pada DPaT di mana protein pertusis telah dikurangi, otomatis kemungkinan timbul efek sampingnya juga berkurang. Namun, bukan berarti DPaT bebas demam. Hanya saja bila timbul demam tidak setinggi DPwT. Jadi, pernyataan bila tidak ada efek demam vaksin tidak bekerja adalah tidak benar. Tips : - Berikan obat pereda demam 2-3 hari sebelum imunisasi dilakukan. - Bila ia demam bole memberikan obat pereda. - Sebaiknya imunisasi dilakukan saat tubuhnya dalam kondisi sehat.
Set sebagai favorit
Bookmark
Email
Hits: 20914 Trackback(0)
Komentar (2)
![]()
mau tanya bun....pada waktu baby saya usia 2 minggu mendapatkan imunisasi bcg dan hepatitis 1 dan 2..saat itu DRA nya tanya nnt pd saat imun DPT mau yg panas ato tdk, saya jawab mau yg tdk panas saja...lalu saat DPT ke 1 saya bilang mau yg panas saja dan DRA nya bilang klo yg ke satu bisa tetapi untuk yg kedua dan ketiga tdk bisa krn pada saat imun hepatitis sudah ditetapkan untuk DPT non panas...pertanyaan saya apakah hal ini saling berhubungan?? msh bisakah baby saya mendaptkan DPT yg panas untuk kedua dan ketiganya??? terima kasih
1
Mei 05, 2011
Voting: +4 Tulis komentar
|



Beberapa kali tim Infobunda mendapatkan pertanyaan tentang imunisasi DPT, misalnya saja mengenai demam yang muncul setelah imunisasi. Untuk menjawab pertanyaan itu Dr. Bernie Endyarni Medise, SpA dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memberikan penjelasan mengenai imunisasi DPT khusus untuk pengunjung setia Infobunda.




