| Diare: Penyakit Perut Pada Balita |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator | |||
| Jumat, 09 Juli 2010 22:53 | |||
|
Diare adalah kondisi di mana frekuensi BAB meningkat dari biasanya, disertai dengan feses yang lebih cair. Ada tiga hal yang menyebabkan si kecil mengalami diare, yaitu faktor makanan, perjalanan yang melelahkan, dan akibat adanya infeksi saluran cerna. Infeksi saluran cerna, umumnya disebabkan kuman pembawa penyakit, seperti bakteri Escherichia coli pada air yang kurang bersih. Bakteri ini masuk melalui makanan ke saluran pencernaan, dan berkembang biak dalam usus – terutama usus besar (kolon). Jika jumlahnya berlebihan, bakteri ini dapat menimbulkan sakit perut serta diare atau mencret. Dampaknya, kerja usus terganggu karena tak bisa menyerap sari makanan dari makanan yang kita konsumsi. Suplai zat-zat makanan yang diperlukan untuk tumbuh-kembang anak serta untuk kecerdasan otak pun terganggu. Lebih fatal lagi, jika telah menyebabkan anak dehidrasi (kekurangan cairan tubuh secara berlebihan), yang jika terlambat ditangani bisa menyebabkan kematian. Tanda-tanda: Anak bersikap rewel atau justru apatis dan lesu pada dehidrasi yang lanjut. Bagi anak usia di bawah 1 tahun, dapat ditemukan tanda ubun-ubun yang cekung. Pada dehidrasi yang ringan dan sedang, anak akan merasa haus. Namun bila dehidrasinya berat, anak justru tidak merasa haus lagi. Pada kulit perut terdapat turgor kulit, atau berkurang kelenturannya. Cara memeriksanya dengan menjepit/mencubit kulit selama 30-60 detik, kemudian lepaskan. Bila turgor kulit anak masih baik, kulit akan cepat kembali ke keadaaan semula. Bila tidak, lambat kembalinya. Selain itu, anak yang mengalami dehidrasi, matanya akan terlihat cekung, mulut dan lidah pun terasa kering. Penanganan: Pada kondisi tertentu, diare bisa berakibat fatal. Segera ke dokter bila sakit perut si kecil terus-menerus berlangsung selama 6 jam atau lebih, disertai muntah, tak mau minum, mata nampak cekung, pusing, dan berat badan turun. Agar tak sampai terjadi dehidrasi, usahakan si kecil tetap minum (ASI, susu atau cairan lain). Bila anak Anda sudah lebih besar, berikan larutan oralit. Biasanya balita perlu sekitar 3 bungkus oralit yang dicampur ke dalam 200 cc air, sedikit demi sedikit. jangan memberi makanan yang merangsang timbulnya sakit perut. Untuk sementara bisa diberikan makanan lembek agar mudah dicerna. Pencegahan: Jaga kebersihan makanan si kecil, begitu juga dengan alat makannya. Pada balita, pastikan makanan yang ia konsumsi bersih dan sehat, dan meminum air yang dipastikan sudah matang/mendidih. Hindari mengkonsumsi jajanan yang tidak terjamin kebersihannya.
Sumber: Cyberwoman
Set sebagai favorit
Bookmark
Email
Hits: 2578 Trackback(0)
Komentar (6)
![]()
@ Princess: bu,anaknya minum sufor apa skr?coba gnti sufor nya dgn anmum deh.anak sy dl jg gitu,bermasalah dgn pncernaan terus.tp stlh gnti susu anmum,alhamdulilah skr ga ada lg tuh masalah perut/pncernaan.dan jarang sakit.patut di coba,bu.tp ini hanya masukan aja siy.tq
1
Maret 24, 2011
Voting: +0
Hi ibu2, susu nya apa ya supaya anak gak gampang diare/kolik/bermasalah dgn perut? Apa emang krn susunya gak cocok atau gimana? Boleh share mungkin? Makasih sebelumnya..
2
Maret 24, 2011
Voting: +0
iya kl pas diare anakku pasti ga mau makan tp dia masih mau minum susu makanya aku banyakin susunya dan tenyata sufor anakku mengandung nutrivit yg banyak vit nya jd ga lemes lemes banget
3
Maret 24, 2011
Voting: +0
kadang kl liat anak diare suka kasihan sedih lagi kl ga mau makan maka dari itu sbg gantinya saya suka beri susu yg bernutrivit dan dpt membantu pencernaan
4
Maret 24, 2011
Voting: +0
iya.. anakku lepas dari ASI eksklusif sih gak diare..
mungkin sufornya bagus kali yah.. ![]() 5
Maret 24, 2011
Voting: +0 Tulis komentar
|




mungkin sufornya bagus kali yah.. 


