Demam Pun Bermanfaat? PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 27 Juli 2009 20:00

Demam

Jangan langsung panik begitu si kecil demam! Tak semua demam berbahaya bagi anak. Bahkan, demam justru bisa bermanfaat bagi tubuhnya.

Demam kok bermanfaat?!

Begitu mungkin pikir para ibu yang setiap hari selalu berurusan dengan anak. Bagaimana bisa menganggap bermanfat bila panas tinggi anak saja sudah cukup membuat kuatir. Ya memang boleh saja kuatir, tapi sebaiknya juga Anda perlu tahu demam seperti apa yang perlu dikuatirkan.

Tapi, "..demam pada dasarnya merupakan reaksi alamiah tubuh terhadap adanya infeksi. Jadi, saat si kecil mengalami infeksi, demam tak perlu ditakuti karena justru itu tanda bahwa mekanisme pertahanan tubuhnya bekerja dengan baik," jelas dr. Budi Yudono, SpA(K)

Sepanjang suhu tubuhnya tidak melonjak tajam dan muncul gejala-gejala lainnya yang membahayakan seperti kejang, misalnya, orangtua tak perlu kuatir. Apa dan bagaimana tentang demam? Berikut ulasan tuntas tentang demam untuk Anda.

Kuman

Demam yang terjadi pada anak-anak umumnya disebabkan oleh infeksi kuman, baik virus maupun bakteri. Karena infeksi tersebut, komponen-komponen sistem kekebalan tubuh seperti sel darah putih (leukosit) dan limfosit bekerja keras untuk melawan kuman. Nah, sel-sel tersebut bisa bekerja dengan lebih baik jika suhu tubuh dalam keadaanmeningkat. Karena itulah, muncul gejala demam tadi. Dengan adanya demam, jumlah substansi antivirus di dalam tubuh pun ikut meningkat.

Demam yang terjadi pada anak-anak biasanya tak berbahaya dan tak menyebabkan kerusakan otak atau kerusakan fisik. Pada saat anak diimunisasi misalnya, biasanya akan muncul gejala demam ringan sebagai
reaksi atas suntikan yang diberikan. Demam juga bukan indikasi adanya penyakit serius kecuali bila disertai dengan perubahan penampilan, perubahan tingkah laku, atau gejala lainnya seperti sulit bernapas atau
kehilangan kesadaran.

Sementara ada anggapan bahwa demam tinggi adalah penyebab kejang demam. Padahal hal itu tidak sepenuhnya benar. Menurut Dr. Robert Mendelsohn dalam bukunya, "How To Raise A Healthy Child in Spite of Your Doctor" demam tinggi bukanlah penyebab utama kejang demam. Kejang tersebut baru terjadi saat suhu badan meningkat amat cepat, dan umumnya ini jarang terjadi. Hanya sekitar 4 persen anak dengan demam tinggi yang demamnya berkaitan dengan kejang. Tapi, tentu saja lagi-lagi orangtua perlu mengetahui demam mana yang perlu diwaspadai dan mana yang tidak.

Hindari Obat Berlebihan

Orangtua biasanya langsung segera memberikan obat penurun panas begitu anak mereka demam. Cara ini tak selamanya diperlukan sepanjang suhu tubuh anak tak mencapai 38,5 derajat Celsius dan anak masih terlihat ceria. Sebab, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, demam memang diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pemberian obat penurun panas terlalu sering seperti obat parasetamol, asetaminofen, aspirin, dan ibuprofen justru bisa berdampak negatif.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Torres dari Biomedical Utah State University, misalnya, memberikan teori baru tentang kemungkinan penyebab semakin tingginya kasus autisme saat ini. Torres menduga peningkatan itu
berkaitan dengan pemberian obat penurun panas pada ibu hamil dan anak-anak. Selain itu, tidak ditemukan pula bukti bahwa obat penurun panas berhubungan dengan peningkatan nafsu makan dan menjadi lebih aktif.

Jadi, intinya orangtua sebaiknya mengenali kapan harus memberikan obat penurun panas dan kapan obat tersebut tidak diperlukan.

Demam Yang Perlu Diwaspadai

Lalu, demam seperti apa yang perlu diwaspadai? Bila suhu tubuh terus meningkat dengan cepat dan muncul gejala-gejala lain seperti kehilangan kesadaran, sulit bernapas, muntah segeralah membawa si kecil ke dokter.
Apalagi bila demam terjadi pada anak yang baru lahir. Demam yang terjadi pada bayi di pekan pertama kehidupannya harus mendapatkan perhatian serius. Hal ini karena umumnya telah terjadi infeksi pada saat proses persalinan ataupun penyebab serius lainnya.

 

 

Berikut adalah gejala-gejala penyerta demam yang harus diwaspadai menurut dr. Budi Yudono:

  1. Buang air kecil tak sebanyak biasanya.
  2. Warna mata yang kekuningan.
  3. Batuk selama lebih dari sepekan.
  4. Si kecil tampak merasakan nyeri di bagian telinga atau hidungnya.
  5. Tak mau makan ataupun minum, dan terlihat lemas.
  6. Batuk disertai muntah.
  7. Sulit bernapas hingga mulut dan bibirnya terlihat kebiruan.

Bila gejala-gejala penyerta yang muncul seperti di atas, tentu demam tak  bukan lagi sesuatu yang bermanfaat buat si kecil. Anda perlu segera berkunjung ke dokter.

4 Langkah Tangani Anak Demam

  1. Basuhlah tubuhnya dengan air hangat. Atau, bisa juga membiarkannya berendam di dalam bathtub berisi air hangat.
  2. Pastikan si kecil mendapatkan cukup cairan agar dia tidak mengalami dehidrasi, mengingat suhu tubuh yang meningkat bisa membuat keluarnya banyak cairan dari tubuh. Sup ayam yang hangat bisa Anda coba karena
    memang terbukti secara ilmiah mampu meringankan gejala demam. Bila si kecil masih minum ASI, Anda bisa menyusuinya.
  3. Pilihkan pakaian berbahan tipis untuk dikenakan si kecil agar dia merasa nyaman. Hindari pakaian berlapis-lapis yang justru akan semakin meningkatkan suhu tubuhnya.
  4. Pantau terus suhu tubuh si kecil dan kenali gejala-gejala penyerta yang perlu diwaspadai. Bila suhu tubuh terus meningkat dengan cepat dan muncul gejala-gejala lainnya yang mencemaskan Anda, segera bawa si kecil ke dokter.


Artikel Terkait:
Pengobatan Alternatif Untuk Demam
Anak-anak, terutama yang aktif, rentan terhadap serangan penyakit demam/panas. Seperti biasanya, kita akan memberikan obat buatan pabrik [kimiawi]...
Tips Mengatasi Demam pada Si Kecil
Demam adalah peningkatan suhu tubuh melebihi normal. Temperatur normal tubuh berkisar antara 36-38 derajat celcius. Anak Anda mengalami demam apabila...
Demam
Demam adalah suatu keadaan di mana suhu badan melebihi 37 derajat C yang disebabkan oleh penyakit atau radang. Anak yang memiliki suhu tinggi ...
Demam
Demam adalah suatu keadaan di mana suhu badan melebihi 37 derajat C yang disebabkan oleh penyakit atau radang. Anak yang memiliki suhu tinggi ...


Artikel Paling Banyak Dibaca:
Resep Makanan Bayi Umur 6-12 Bulan
1. PUDING ROTI APEL BAHAN : 150 gr apel, cuci belah empat dan buang bagian tengahnya 75 gr roti tawar buang tepinya dan iris kecil 50 ml...
Tabel Berat & Tinggi Badan Rata-Rata
Berapa berat dan tinggi ideal anak Anda? Berikut adalah tabel Berat & Tinggi Badan Rata-Rata  untuk anak berumur 0 - 5 tahun, tanpa membedakan...
Diare pada Bayi
Diare Infeksius adalah suatu keadaan dimana anak sering buang air besar dengan tinja yang encer sebagai akibat dari suatu infeksi. PENYEBAB...
Rumus untuk Menghitung Berat Badan Ideal
Ternyata, rumus untuk menghitung berat badan ideal telah ada sejak lebih dari seabad lalu. Rumus berat badan ideal yang pertama dibuat oleh seorang...
Menu Makanan Anak Usia 1-2 Tahun (12-24 Bulan)
Pada prinsipnya, begitu anak menginjak usia 1 tahun, dia sudah dapat mengkonsumsi makanan yang istilahnya ...

Trackback(0)
Komentar (0)add comment

Tulis komentar

security image
Write the displayed characters


busy
 
Balita-Anda Online
Panduan Orangtua yang Cerdas, Kreatif dan Inovatif dalam Merawat dan Mendidik Bayi / Balita

 

Balita-Anda

Kalender Kesuburan

Silakan pilih hari pertama periode terakhir masa menstruasi Anda:

- -

Lama Siklus

Milis Balita-Anda

untuk bergabung dengan milis Balita-Anda silakan kirim email kosong ke:
balita-anda-subscribe@balita-anda.com

Link Bermanfaat


d’BC Network
Sambil jaga anak, sambil dandan, sambil masak, sambil berbisnis via internet.
Hanya di d’BC Network



Malino Voyage Tickets
Anda perlu tiket pesawat dengan harga lebih murah dari harga web? Plus ada diskon khusus untuk Anggota Balita-Anda silakan hubungi kami di Malino Voyage atau Telp/SMS ke 089623130099 atau hubungi Webmaster Balita-Anda


Login Anggota

Sign in with Facebook
0 users and 500 guests online
www.balita-anda.com-together
     
    
Home Kesehatan Anak/Balita Demam Pun Bermanfaat?
Banner
Banner