Balita-Anda Online
Panduan Orangtua yang Cerdas, Kreatif dan Inovatif dalam Merawat dan Mendidik Balita
Balita-Anda

Milis Balita-Anda

untuk bergabung dengan milis Balita-Anda silakan kirim email kosong ke:
balita-anda-subscribe@balita-anda.com

Aggota Online

0 users and 36 guests online
     
    
Home Fatherhood Pengaruh Nutrisi dan Gaya Hidup
Pengaruh Nutrisi dan Gaya Hidup PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 12 Maret 2008 21:25

Anak Anda suka mengonsumsi makanan manis dan lengket, tapi malas menyikat gigi setelah itu? Atau dia suka minum susu menjelang tidur, dan ngedot berlama-lama? Jika Anda menjawab ya, artinya gigi buah hati Anda sedang dalam ancaman.

Tahukah Anda, kebiasaan atau gaya hidup seperti itu berpotensi merusak gigi. Karies (gigi berlubang) adalah akibat yang paling sering muncul. Itu mengapa, banyak anak balita yang menderita karies. ''Untuk mengatasinya, anak perlu dibiasakan untuk membersihkan gigi setelah minum susu dan berkumur dengan air putih setelah mengonsumsi permen sehingga tidak ada gula yang nempel pada gigi,'' kata dr Pauline Endang MS SpGK, kepala Instalasi Gizi RSUP Fatmawati, Jakarta
Selain gaya hidup, makanan juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulut. Makanan yang sehat dan mencukupi kebutuhan gizi seseorang akan berpengaruh baik terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan, tidak terkecuali kesehatan gigi dan mulut. Dokter spesialis gizi klinik ini kemudian menjelaskan beberapa nutrisi yang berpengaruh kuat pada kesehatan gigi, yaitu:

Karbohidrat

Karbohidrat merupakan nutrisi sumber energi yang utama digunakan oleh tubuh. Karbohidrat dikelompokkan menjadi karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Karbohidrat kompleks dapat berupa tepung-tepungan, sayur, dan buah. Sedangkan karbohidrat sederhana berupa gula murni.

Tepung-tepungan dan gula murni yang biasa terdapat dalam kue dan makanan-makanan legit berpengaruh dalam pembentukan karies gigi. Di dalam mulut, gula dan tepung akan difermentasi oleh bakteri sehingga membentuk asam yang dapat merusak email, lalu timbullah karies. Sebaliknya, karbohidrat yang banyak mengandung serat seperti pada buah dan sayur bermanfaat dalam membersihkan gigi sehingga tidak ada gula atau tepung yang menempel pada gigi setelah makan.

Protein Protein digunakan untuk pembentukan keratin yang terdapat dalam email gigi. Protein banyak terkandung dalam susu yang merupakan nutrisi utama pada bayi dan anak-anak.

Kalsium

Kalsium merupakan bahan utama untuk pembentukan dentin (bagian tengah gigi) dan email (bagian luar gigi). Asupan kalsium yang kurang pada masa pertumbuhan (bayi dan anak) dapat mengganggu pertumbuhan gigi. Bisa juga, gigi yang terbentuk menjadi tidak kokoh atau rapuh. Adapun bahan makanan sumber kalsium adalah susu, keju, teri kering, udang kering, ikan sarden, dan kacang kedelai.

Fosfor

Asupan fosfor yang kurang akan mengganggu proses pembentukan gigi. Akibat asupan fosfor yang kurang pula, gigi akan mudah keropos dan gampang terkena karies. Angka kecukupan asupan fosfor adalah 200-250 mg/hari untuk bayi, 250-400 mg/hari untuk anak-anak, sedangkan remaja dan orang dewasa dianjurkan mengonsumsi 400-500 mg/hari, dan untuk ibu hamil/menyusui ditambah 200-300 mg/hr. Bahan-bahan makanan sumber fosfor antara lain: susu, keju, ikan teri, sarden, dan kacang-kacangan .

Magnesium

Magnesium termasuk di dalam kelompok makromineral yang merupakan komponen dari gigi, berfungsi mencegah kerusakan gigi dengan cara menahan kalsium di dalam email gigi. Angka kecukupan yang dianjurkan adalah 4,5 mg/kg BB atau untuk orang dewasa pria sebanyak 280 mg/hari dan wanita 250 mg/hari. Bahan makanan sumber magnesium adalah sayuran hijau, serealia, biji-bijian, kacang-kacangan, daging, dan susu.

Fluor

Fluor termasuk golongan mikromineral yang berperan dalam proses mineralisasi dan pengerasan email gigi. Pada saat gigi dibentuk, yang pertama kali terbentuk adalah hidroksiapatit yang terdiri dari kalsium dan fosfor. Tahap berikutnya adalah fluor akan menggantikan gugus hidroksi (OH) pada kristal tersebut dan membentuk fluoroapatit yang menjadikan gigi tahan terhadap kerusakan. Paparan fluor dalam dosis rendah yang terjadi terus-menerus akan mencegah terjadinya kerusakan atau karies gigi. Sumber utama dari fluor adalah air minum. Sementara angka kecukupan yang dianjurkan dan aman adalah 1,5-4 mg/hari. Penulis: bur

 



Sumber: http://www.republika.co.id