| Mengatasi bocah pemalu |
|
|
|
| Kamis, 10 May 2007 03:09 | |||
|
Masa sekolah memang sudah berlangsung, tetapi di pojok sana tetap saja masih ada anak pemalu yang duduk didampingi ibunya. Sementara anak-anak lain kelihatan bergembira mengikuti permainan yang diajarakan gurunya, anak yang di pojok itu tetap tidak mau beranjak dari pelukan ibunya. Para peneliti dari Universitas Harvard tertarik dengan masalah anak pemalu ini. Menurut mereka, bayi yang baru lahir memang memiliki kecenderungan malu dan hal ini melingkupi diri mereka sepanjang hidup. Tetapi bukan berarti malu tidak bisa dihilangkan loh! Seorang ahli masalah malu Bernardo Carducci, yang juga direktur Lembaga Penelitian Malu dari Universitas Southeast, AS mengatakan bahwa peranan orang tua untuk mengurangi perasaan malu itu sangat besar. Menurutnya, studi masalah malu ini fokus utamanya adalah 'temperamen terlarang.' Ini merupakan kondisi biologis yang dibawa orang sejak lahir ke dunia. Tetapi Carducci mengakui bahwa ini bukan jaminan kalau orang tersebut akan malu terus setelah dewasa. Lalu apa yang harus dilakukan para orang tua? Menurut Carducci, hal yang paling penting yang harus dilakukan orang tua adalah jangan menganggap remeh kekhawatiran anak-anak Misalnya, pada tahun ajaran baru, para orang tua harus bisa mengurangi perasaan masa transisi sekolah tersebut dengan memberi pengertian pada anak bahwa apapun yang biasa dilakukan di rumah masih bisa pula dilakukan di sekolah. Katakan pada mereka bahwa di sekolah pun mereka masih bisa main di halaman, masih bica baca atau mau ke kamar mandi. Tetapi selain itu, kehadiran orang tua pada hari pertama anak masuk sekolah juga perlu. Soalnya hal yang paling menakutkan bagi anak di hari pertama adalah jika orang tua tidak ikut menemani. Orang tua juga kalau bisa mengajak jalan-jalan dulu anaknya ke sekolah yang baru itu. Paling tidak beberapa hari sebelum sekolah dimulai. Mungkin setelah anak tahu kondisi sekolahnya, dan orang tua bisa memberi keterangan tentang sekolah tersebut, maka akan bisa menenangkan anak setelah sekolah. Jadi orang tua sebaiknya bijaksana menghadapi anaknya yang pemalu. Sumber: http://satumed.com/index.html/bocah/0,5632,0/
Set sebagai favorit
Bookmark
Email
Hits: 2688 Trackback(0)
Komentar (0)
![]() Tulis komentar
|







