| Anak Ogah Makan, Salah Ortu |
|
|
|
| Selasa, 30 November 1999 07:00 | |||
|
Walau seorang anak ogah-ogahan makan, bisa jadi bukan faktor si anak tetapi lantaran kesalahan ortu (orang tua) dalam menerapkan pola makan pada anak. Lantas apa yang harus dilakukan? Berikut paparan Dr. Ali Khomsan, ahli gizi yang juga dosen GMSK, Faperta IPB.
Problema makan ini misalnya dijumpai dalam bentuk anak enggan makan. Perilaku ogah makan bukanlah persoalan sepele. Tidak ada obat mujarab yang bisa segera memulihkan nafsu makan anak. Anak yang malas makan selalu berusaha mencari-cari alasan untuk tidak makan. Misalnya dengan ngemut makanan, mempermainkan, atau memuntahkan makanan. Picky eater (pilih-pilih makanan) sering dijumpai pada anak yang membuat orang tua bingung. Anak yang cenderung berperilaku picky eater akan mengalami kesulitan dalam meramu variasi makanan untuk memenuhi kecukupan gizinya. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari cenderung seragam, padahal keanekaragaman makanan merupakan cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi. Anak-anak ini pun bisa saja setelah besar tidak mau mengkonsumsi makanan yang keras. Bahkan nasi pun harus diganti bubur. Mengapa problema makan ini muncul pada anak? Secara psikologis dapat diterangkan, perilaku makan timbul karena anak meniru atas apa yang dilakukan oleh anggota keluarga lainnya. Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang enggan makan, lantaran diet misalnya, akan mengembangkan perilaku enggan makan pula. Perilaku sulit makan juga dapat timbul karena orang tua tidak mengakui ego anak. Orang tua selalu memaksakan anak harus makan ini-itu dengan porsi yang sudah ditentukan. Misalnya dengan mengharuskan menghabiskan makanan di piring. Maksud orang tua mungkin benar mereka menginginkan anaknya tumbuh sehat dengan gizi cukup. Tetapi mereka kurang menyadari kalau makan bukan melulu persoalan gizi tetapi terdapat pula unsur psikologis. Soalnya, anak balita dalam rangka menuju proses kemandirian sebenarnya ingin pula diakui egonya. Jadi, sekali-kali beri mereka kebebasan untuk mengambil makanan sendiri tanpa harus disuapi. Ulah ortu Perilaku makan yang kurang pas sering kali muncul karena ulah orang tua. Semisal kebiasaan untuk menenangkan anak yang sedang rewel dengan cara membelikan jajanan yang padat kalori (permen, minuman ringan, coklat, dsb.). Anak yang sudah mengkonsumsi makanan padat kalori perutnya akan segera kenyang sehingga ia tidak mau makan.
Problema makan pada anak dapat berakibat buruk bagi tumbuh kembang anak. Sedikitnya makanan yang masuk ke dalam perut anak dapat menjadi indikasi bahwa anak itu mempunyai peluang besar untuk menderita kurang gizi. Indikator status gizi kurang dicerminkan oleh berat badan atau tinggi badan anak di bawah standar. Dengan menggunakan ukuran standar sebagai pembanding kita dapat mengetahui status gizi seorang anak. Di dalam Kartu Menuju Sehat (KMS), yang dibagikan secara gratis bagi peserta program Posyandu, tergambar grafik pertambahan berat badan berdasarkan usia anak. Melalui penimbangan anak balita setiap bulan dapat diketahui kecenderungan status gizi seorang anak. Mereka yang mengalami kegagalan pertumbuhan (berat badan tetap atau turun dalam penimbangan bulan berikutnya) sering disebabkan oleh kekurangan gizi atau sakit. Anak-anak itu mengalami kekurangan gizi karena kurangnya makanan di tingkat rumah tangga. Anak balita memang sudah bisa makan apa saja seperti halnya orang dewasa. Tetapi mereka pun bisa menolak bila makanan yang disajikan tidak memenuhi selera mereka. Oleh karena itu sebagai orang tua kita juga harus berlaku demokratis untuk sekali-kali menghidangkan makanan yang memang menjadi kegemaran si anak. Faktor psikososial yang bisa mempengaruhi nafsu makan anak bisa timbul karena pemberian makan yang terlalu tergantung pada seseorang. Misalnya, anak balita yang biasa disuapi pembantu mungkin nafsu makannya berkurang ketika harus makan bersama-sama ibunya yang selama ini selalu sibuk di kantor. Yang paling baik adalah menciptakan suasana sosial yang seimbang di dalam rumah tangga sehingga anak balita merasa dekat dengan semua anggota rumah tangga dan mau makan dengan siapa saja. Susu tidak wajib Makanan siap saji cenderung tak seimbang kandungan gizinya. Pada usia rawan ini banyak orang tua yang mempunyai persepsi keliru mengenai makanan untuk anaknya. Misalnya, bayi sampai usia empat bulan sebenarnya cukup kalau hanya diberi ASI oleh ibunya tanpa tambahan makanan apa pun. Hal ini sesuai dengan sistem enzim dalam pencernaan bayi yang masih didominasi oleh enzim laktase untuk memecah laktosa susu. Tetapi sebagian orang tua menganggap bayi akan kelaparan tanpa makanan tambahan sehingga mereka memperkenalkan pisang, bubur, dan sebagainya. Padahal jenis makanan ini memerlukan kehadiran enzim maltase untuk memecah maltosa (karbohidrat) pada pisang atau bubur. Enzim maltosa umumnya belum banyak diproduksi oleh bayi di bawah usia empat bulan. Kesalahan dalam memberikan makanan ini tentu membuat tubuh bayi tidak dapat mencerna dengan sempurna makanan yang diberikan oleh ibunya sehingga sari makanan tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Akhirnya, bayi bisa terhambat kecerdasannya. Setelah anak berusia dua tahun sebenarnya kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Yang penting aneka ragam makanan dikonsumsi dengan cukup. Dengan memperhatikan 4 sehat saja (nasi, sayur, lauk, dan buah), anak-anak setelah usia dua tahun dapat tumbuh secara baik. Namun kenyataannya, orang tua seolah memaksa anak agar mengkonsumsi susu banyak-banyak dan membiarkan anak mengurangi porsi makannya. Padahal makan dengan porsi tiga kali sehari lebih penting daripada minum segelas atau dua gelas susu. Susu di banyak keluarga dianggap sebagai makanan dewa yang bisa menggantikan nasi, sayur, dan lauk pauk. Susu dari sudut pandang gizi bukanlah sumber protein tetapi lebih tepat sumber kalsium dan fosfor. Kalsium dan fosfor ini dengan mudah kita dapatkan dalam ikan teri atau ikan sarden. Sementara sumber protein utama kita adalah nasi serta lauk-pauk. Jadi, dengan konsumsi 4 sehat tanpa 5 sempurna pun anak-anak kita setelah usia dua tahun bisa tumbuh dengan optimal. Juga pertumbuhan tinggi badannya. Perawakan tinggi ini ditentukan oleh banyak faktor. Faktor genetik atau potensi biologik menjadi modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang. Tinggi badan seorang anak akan dipengaruhi tinggi badan kedua orang tuanya. Kita tidak bisa mengharapkan anak tumbuh tinggi bila orang tuanya pendek atau sebaliknya. Selain itu ada pula faktor hormonal. Hormon yang sangat penting untuk pertumbuhan adalah hormon pertumbuhan, hormon tiroid, dan hormon seks. Hormon pertumbuhan diperlukan untuk merangsang perkembangan tulang panjang. Anak-anak yang menderita kekurangan hormon pertumbuhan hanya akan mempunyai tinggi akhir 120 cm pada masa dewasanya. Hormon tiroid berperan besar dalam metabolisme tubuh. Sedang hormon seks menentukan pertumbuhan anak pada masa pubertas. Jadi kalau ada anak disunat menjelang pubertas, sesudahnya dia tumbuh secara lebih cepat karena aktivitas hormon seks. Bukan khitan itu yang menyebabkan seseorang tumbuh lebih cepat. Ukuran perawakan tinggi sebagai manifestasi ketiga faktor di atas berbeda-beda untuk setiap populasi. Tinggi untuk ukuran kita belum tentu demikian untuk orang Eropa atau Amerika. Masyarakat kita bahkan mungkin belum bisa mentoleransi anak perempuan yang tingginya 175 cm. Tapi pada era globalisasi ini tinggi badan menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan. Soalnya, berbagai formasi pekerjaan mensyaratkan ukuran tinggi badan tertentu. Kalau dulu hanya ABRI dan awak pesawat udara, kini semakin banyak sektor yang menginginkan pegawainya berperawakan tinggi. Nah, ada baiknya para orang tua lebih memperhatikan perlaku makan putra-putrinya.
Set sebagai favorit
Bookmark
Email
Hits: 11599 Trackback(0)
Komentar (27)
![]()
anakku juga kadang suka males makan sih..
dia kuat disusu.... cuman berasa berat nih kalau minum susu nya juga kuat.. mana yang namanya susu formula itu ada gula tambahannya.. serem juga kalau di konsumsi terus menerus tanpa OR yang cukup dan diimbangi dengan pola hidup yang sehat.. berat deh,.. >.< 1
Juni 15, 2011
Voting: +0
waduh.. ribet nih kl anak ogah makan atau susah makan.. soalnya kan yang namanya anak kecil itu lagi masa pertumbuhan....
mungkin bisa diakalin dengan makanan yang dia suka gitu? 2
Juni 15, 2011
Voting: +0
udah gitu anmum itu ga akan bikin anak jadi gemuk karena tdk menggunakan gula tambahan melainkan menggunakan gula alami dan mengandung madu dan perasa vanilla..jadi rasanya mantappp bgd deh bun..
3
Juni 14, 2011
Voting: +0
iya loh bun anmum essential lagi jadi buah bibir setiap ibu bgd tuh krn kehebatannya yg bisa berinovasi menjadikan susu formula tp no added sugar. nah hebat kan bun, aku aja lgsg tertarik wkt dgr info tntg anmum ini..
4
Juni 14, 2011
Voting: -1
kalau anak susah makan satu jenis makanan, maka orangtua harus mencarikan alternatif lain yg gizinya seimbang..
dan bisa ditambahkan dengan susu..tapi sebaiknya dipilihkan susu yg tidak mengandung gula tambahan agar tidak memberikan efek buruk pada perkembangan anak.. susu yg tidak mengandung gula tambahan yg saya tau adalah anmum essential.. yg sudah saya berikan pada anak saya skrg ini.. 5
Juni 14, 2011
Voting: +0
mommy aku baru dgr katanya susu anmum itu no added sugar yahhh..mau coba dehhh
6
Juni 14, 2011
Voting: +0
mommy maya kl aku pake anmum buat sufor ananaku.. dia suka bgt lho,dan no added sugar lagi jd mana ga takut anak kebanyakan konsumsi gula
7
Juni 14, 2011
Voting: +0
lagi bingung ni bunda pilih suforr yg baguss mohon dong infonya kl ada.. thanks yahhh
![]() 8
Juni 14, 2011
Voting: -1
lagi bingung ni bunda pilih suforr yg baguss mohon dong infonya kl ada.. thanks yahhh
![]() 9
Juni 14, 2011
Voting: +0
kalau anak tidak nafsu makan, boleh diberikan susu tapi juga jangan lupakan makanan lain sebagai pengganti nasi..agar nutrisi yg masuk tubuh tetap lengkap..
susu juga sebaiknya dipilih yg tidak menggunakan gula tambahan,agar mengurangi resiko gigi keropos dan juga obesitas.. 10
Juni 14, 2011
Voting: +0
seneng ya ada susu formula yg tanpa gula tambahan..kita jadi gak kuatir resiko obesitas ya.. apalagi di keluargaku ada keturunan diabetes..
11
Juni 14, 2011
Voting: +0
iyo, aku dah beli tuh anmumnya, memang enak yah. anakku sih gak komplen, brati aku menganggap susunya enak. soalnya kan gak manis...
12
Juni 14, 2011
Voting: +0
susu anakku juga anmum essential bun, yang pasti gak pake gula tambahan...jadinya gak khawatir deh.
Enak kok rasanya, anakku minum yg vanilla. (belum lama minumnya, kisaran 1 mingguan) 13
Juni 14, 2011
Voting: +0
iya awalnya aku kira anmum no added sugar rasanya aneh tp ternyata salah ternyata ada rasa vanila dan anakku suka bgt
14
Juni 14, 2011
Voting: +0
betul banget, anakku juga kadang suka susah makan, jadinya pilih susu yang bagus deh. anakku sih skrg minum anmum essential, bagus karna ga ada gula tambahan, supaya gak malah jadi gendut
15
Juni 14, 2011
Voting: +0
kalo ga ada gula tambahan bknnya hambar tp anmum kayaknya rasanya bervariasi
16
Juni 14, 2011
Voting: +0
kalo anak ku lagi susah makan nasi..biasanya aku alihkan ke roti dan susu..tapi susu nya dipilih yg tanpa gula tambahan,biar gak bikin rasa kenyang palsu..
17
Juni 14, 2011
Voting: +0
Memang susah klo anak da susah makan apalagi klo sampai pilih makan, kan ga semua ibu pintar masak, bahkan ada yg ga sempat masak karna harus kerja, sigh....
Masa sih susu ga penting, hahha...padahal produk susu di indo ini kayaknya paling banyak macamnya deh....klo soal susu sih aku pilih yg ga manis, biar gigi anak ga rusak & anak ga obesitas karna kebanyakan yg manis2 18
Juni 14, 2011
Voting: +1
Jangan ganti makan dengan susu moms, gmn2 anak harus makan, itu selain buat kesehatannya kan buat latih anak mengunyah juga. Ada loh anak temanku uda umur 2 tahun masih makan bubur yg diblender, klo makan nasi muntah. Klo susu pilih aja yg no added sugar, biara anak ga obesitas.
19
Juni 14, 2011
Voting: +0
oya satu lagi ciri-ciri susu bagus itu adalah yg bernutrisi tapi tidak manis dan banyak pilihan rasa dan ukuran
![]() 20
Juni 14, 2011
Voting: +0
ada ya moms, susu tanpa gula tambahan utk anak2? mirip susu diet kita gitu dong?
21
Juni 14, 2011
Voting: +0
anakku suka makan n suka susu makanya aku cari susu yg tepat spt anmum essential soale ga pake gula tambahan jd ga repot mikirin obesitas
![]() 22
Juni 14, 2011
Voting: +0
lalu susu yg ga mengandung gula tambahan itu susu apa bun? ada yg bisa share ga?
23
Juni 14, 2011
Voting: +0
nah itu dia tuh, kalo anak ga suka makan kan mending kasih susu.. tp kalo susunya skrg banyak yg mengandung zat2 berbahaya apalagi bikin obesitas gimana dong pilih susu yg bener?
24
Juni 14, 2011
Voting: +0
benar bunda lebi baik cari susu yg ga terlalu manis alias ga pake gula tambahan.....bahaya buat anak kita soalnya klo kebanyakan
25
Juni 14, 2011
Voting: +0 Tulis komentar
|



Asupan gizi yang baik sering tidak bisa dipenuhi oleh seorang anak karena faktor dari luar dan dalam. Faktor luar lantaran keterbatasan ekonomi keluarga. Sedangkan faktor internal ada dalam diri anak yang secara psikologis muncul sebagai problema makan anak.




