| Makanan & Minuman yang Perlu Dijauhi si Kecil |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator | |||
| Kamis, 14 Oktober 2010 07:31 | |||
Bayi adalah pemakan segala? Maksudnya bayi tidak pernah menolak bila diberikan makanan atau minuman apapun ke dalam mulutnya. Ia belum bisa merasai layaknya balita dan orang dewasa. Bila ia belum mendapat asupan makanan padat mungkin bunda tak perlu kuatir akan masalah ini, tetapi bagi yang sudah Bunda perlu memperhatikan apa saja yang tidak boleh diberikan, seperti:
• Daging asap pada hotdog, bologna dan sejenisnya. Kolesterol dan lemak dalam daging asap sangat tinggi, atau bisa jadi daging sudah terkontaminasi bahan kimia. • Ikan asap. Ikan asap ini diproses dengan menggunakan nitrat untuk menjaganya supaya tetap segar. Jenis makanan ini benar-benar harus dihindari. • Minuman instant atau kalengan. Minuman dan hidangan penutup kalengan tidak dianjurkan. Selain mengandung gula minuman ini sudah diberi pengawet dan bahan-bahan kimia lainnya. Jangan memilih yang instant, lebih baik blenderkan buah-buahan segar untuknya. • Teh herbal. Bila ia menyukai teh herbal sungguh itu bukan hal yang unik. Justru sebaliknya hal itu bisa membahayakan dirinya karena beberapa jenis teh herbal mengandung karsinogen yang dapat menyebabkan kanker. • Menambahkan vitamin tanpa konsultasi ke dokter. Kelebihan vitamin tidak menguntungkan bayi, malah merusak sisitem pencernaan yang belum cukup kuat layaknya orang dewasa. Selain itu asam dari vitamin bisa merusak email giginya. • Ikan mentah. Giginya belum bisa mengunyah sempurna dan menghancurkan parasit yang terdapat dalam ikan mentah. Hal ini bisa menimbulkan penyakit yang serius di kemudian hari. • Minuman beralkohol. Memang rasanya aneh memasukkan poin ini ke dalam pembahasan minggu ini, tetapi tak ada salahnya ditambahkan. Meski kebanyakan orangtua memperlakukan yang terbaik untuk buah hatinya tetapi mungkin ada juga yang ingin bereksperimen “Bagaimana bila ia mencoba minuman keras ini?”. Jangan melakukan hal konyol ini, alkohol bisa menjadi racun baginya. Selain itu ia bisa mulai menyukainya. Jadi, berikanlah hanya minuman dan makanan yang sehat dan bersih. Bila ingin menambahkan sesuatu konsultasikan pada dokternya terlebih dahulu.
Set sebagai favorit
Bookmark
Email
Hits: 3171 Trackback(0)
Komentar (7)
![]()
bener bener kita harus bisa memberikan makanan yang mengandung vit dan bergizi dan jangan sembarangan memberikan makanan apalgi yang bersifat junk food krn dpt menimbun yg berlebih sehingga anak menjdi gemuk yg tidak sehat
1
April 27, 2011
Voting: +0
bermanfaat bgt nie artikelnya .... memang minuman kaleng yang manis mengandung gula yg tinggi dan pengawet bisa juga menyebabkan obesitas dan tdk baik utk anak anak
2
April 27, 2011
Voting: +0
wah.. bagus nih artikelnya..
memang harus dipilih2 makanan sama minuman yang dimakan sama si kecil.. kalau gak, nanti malah bermasalah lagi kedepannya.. kebiasaan dari kecil kalau dibawa sudah besar, bisa repot.. terutama masalah berat badan.. >. 3
April 27, 2011
Voting: +0
banyak yang gak tau yah..
makanan atau minuman apa aja yang harus dijauhin si kecil... serem2 yang ada malah bisa obes lagi si kecilnya.. kan kasian.. ![]() 4
April 27, 2011
Voting: +0
emang sih ngeri aja kl anak obesitas, soalnya obesitas pada anak dapat mengakibatkan dampak negatif bagi fisik dan psikologis. coba simak link ini bunda http://kosmo.vivanews.com/news...anak-gemuk
5
April 27, 2011
Voting: +0
setuju dgn bunda emily
kasus obesitas skrg makin meningkat kita sbg ibu hrs disiplin dalam memberikan makanan pada anak. makanan hrs seimbang gizinya dan libatkan ayah dlm memberikan teladan dalam berolahraga spy anak bergerak, ga ntn TV melulu 6
April 27, 2011
Voting: +0
setuju bgt. terutama makanan dan minuman instant, soalnya kadar gulanya tinggi dan kebanyakan jajan juga bisa menyebabkan obesitas. sy baca di situs ini ttg obesitas pada anak http://sehatnews.com/berita/69...nesia.html
7
April 27, 2011
Voting: +0 Tulis komentar
|



Bayi adalah pemakan segala? Maksudnya bayi tidak pernah menolak bila diberikan makanan atau minuman apapun ke dalam mulutnya. Ia belum bisa merasai layaknya balita dan orang dewasa. Bila ia belum mendapat asupan makanan padat mungkin bunda tak perlu kuatir akan masalah ini, tetapi bagi yang sudah Bunda perlu memperhatikan apa saja yang tidak boleh diberikan, seperti:




