Agar Tidurnya Nyenyak, Nyaman, dan Aman PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 12 Juli 2010 07:45
Tak seperti orang dewasa, bayi menghabiskan belasan jam per hari untuk tidur. Bagaimana agar ia terbiasa tak terbangun di malam hari?

Bayi menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Bahkan bayi yang baru lahir, bisa menghabiskan waktu sekitar 16-18 jam per hari untuk tidur. Dengan bertambahnya umur, waktu tidurnya pun berkurang. Bayi usia setahun menghabiskan waktu antara 14-16 jam. “Di atas usia setahun, bisa menghabiskan waktu antara 10-12 jam,” jelas dr. Asril Aminullah, Sp.AK. dari bagian Perinatologi, Ilmu Kesehatan Anak, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Tentu saja si kecil tak tidur terus sepanjang belasan jam. Dalam sehari, ia bisa 5-6 kali bangun (dan tidur lagi). Umumnya ia terbangun karena merasa lapar. Maklum, lambungnya masih kecil sehingga tiap 3-4 jam sekali harus diisi. Repotnya, si kecil belum tahu bedanya siang dan malam. Jadi, saat kita tengah tidur nyenyak di malam hari, ia tetap saja bangun dan menangis karena perutnya terasa lapar. Minimal, ia bisa terbangun 1-2 kali di waktu malam. Mau tak mau, kita harus menyesuaikan diri dengan pola tidurnya yang belum terpola.

Gelitik kakinya

Dibilang repot, kata Asril Aminullah, sebetulnya tidak juga. “Asal orangtua pandai mengatur pola tidurnya, tak jadi masalah. Misal, kebutuhan tidur bayi 16 jam. Nah, sepanjang pagi dan siang, jangan biarkan si kecil tidur lebih dari 8 jam. Bangunkan dan ajak ia bermain. Kita harus ganggu terus si bayi agar bangun. Gelitik tapak kakinya hingga ia terjaga. Bila perlu, bawa ia keluar dan terkena sinar matahari.”

Mulanya, lanjut Asril Aminullah, mungkin sulit. Tapi lama kelamaan, pola akan terbentuk. Dengan tak bisa lelapnya si kecil tidur di pagi dan siang hari, “Ia akan ‘membayar’ kekurangan tidurnya itu di malam hari. Alhasil, waktu tidur malamnya jadi panjang.”

Mengganggu agar bayi terjaga, tak perlu dilakukan tiap jam sekali. Jika ia sudah tidur 3-4 jam, baru diganggu. Juga jangan karena merasa kasihan atau tak tega membangunkan si kecil yang sedang terlelap tidur. “Kalau tak tega, bisa-bisa di malam hari orangtua yang dibangunkan anaknya,” seloroh Asril.

Hindari botol

Yang perlu diperhatikan, lanjut Asril Aminullah, tak perlu setiap bayi terbangun, ibu memberi ASI. Sebab, belum tentu si kecil bangun karena lapar. “Bisa saja karena popoknya basah, digigit nyamuk, atau karena memang sudah waktunya bangun.”

Pada malam hari di atas pukul 21.00, ibu juga tak perlu memberi ASI lagi. “Asal sebelum tidur sudah diberi cukup ASI. Toh, siang hari bayi juga sudah banyak melek hingga ia perlu tidur panjang di malam hari. Biasanya, ia akan terbangun jam 03.00 dini hari. Dengan demikian, ibu punya cukup banyak waktu untuk tidur sebelum diganggu kembali oleh si kecil,” tutur Asril.

Kalau toh harus memberi ASI, secara bertahap kurangi jumlahnya. Hanya sekadar untuk membuat ia kembali tertidur saja. Atau, biarkan bapak menggantikan peran ibu untuk menyuapi ASI pada si kecil. Misalnya ibu sebelum tidur sudah menyiapkan ASI di kulkas dan si kecil disuapi pakai sendok. “Jangan pakai botol karena bisa merusak selera anak. Anak akan jadi lebih menyukai botol daripada puting ibunya. Akibatnya, produksi ASI ibunya pun akan berkurang karena jarang dirangsang oleh bayi,” jelas Asril.

Tidur bersama

Haruskah si kecil tidur bersama orangtuanya? Pada dasarnya, kata Asril Aminullah, bayi bisa tidur di mana saja. Memang, orangtua biasanya memilih tidur sekamar dengan bayinya karena alasan rasa aman dan praktis. “Jadi, bila tengah malam si kecil terbangun, orangtua bisa langsung menanganinya.” Selain itu, orangtua juga merasa lebih dekat secara batin jika sekamar dengan bayinya.

Bagaimana dengan pendapat tidur terpisah justru baik untuk melatih kemandirian anak? “Ah, itu, kan, karena orangtuanya tak mau terganggu privasinya. Bayi, kan, merem terus, belum bisa dilatih mandiri,” ujar Asril. Apa pun, lanjutnya, pilihan tetap di tangan orangtua. “Bisa juga, kan, diambil jalan tengah. Saat tidur di siang atau sore hari, ia bisa ditidurkan di kamar orangtua dan malam hari di kamarnya sendiri,” katanya.

Tarik seprei

Yang justru perlu diperhatikan orangtua adalah keamanan tempat tidur bayi. Antara lain:

  • Sebaiknya tempat tidur mempunyai dinding tertutup dan tak diletakkan di tempat yang mudah terkena tiupan angin.
  • Pilih tempat tidur yang agak keras dan rata. Jangan terlalu lembut yang bisa menenggelamkan kepala bayi sehingga bila bayi berbalik, hidungnya tertutup kasur. Selain itu, kasur yang rata dan agak kencang bagus untuk pembentukan otot-otot dan tulang belakangnya.
  • Seprei harus ditarik kencang di bawah kasur, sehingga tak mudah kusut kala bayi bergerak-gerak. Dikhawatirkan lipatan seprei bisa menutupi hidungnya kala ia tidur miring atau tengkurap.
  • Jika menggunakan bantal, perhatikan letaknya, jangan sampai menutupi hidungnya.
  • Selimut jangan terlalu tebal. Hawa yang terlalu panas malah membuat bayi sulit bernapas.
  • Jagalah temperatur kamar agar tetap hangat. Jangan terlalu panas dan terlalu dingin. Jika udara dingin, selimuti bayi.

Sumber: Nakita



Artikel Terkait:
Herpes Genitalis dan bayi Cacat
Menepuk air di dulang, tepercik muka sendiri. Karena itu dapat dimaklumi betapa sulitnya menemukan seseorang yang secara dini mau mengakui dirinya...
Cara Gampang Merawat Kulit Bayi dan Balita
Berbagai gangguan kulit pada bayi dan balita seperti biang keringat, eksim popok, dan eksim susu sebenarnya bisa diatasi bila orang tua rajin menjaga...
Duka dan depresi setelah melahirkan
Di antara sekian ibu yang berbahagia setelah berhasil melahirkan bayi mereka dengan selamat dan sukses, ada yang malah berduka. Mungkin hal ini agak...
Mendidik Agar Anak Mandiri
Orang tua mana yang tidak mau melihat anaknya tumbuh menjadi anak yang mandiri. Tampaknya memang itulah Salah satu tujuan yang ingin dicapai orang...
Semut dan Kepompong
Di suatu hutan yang rindang, hidup berbagai binatang buas dan jinak. Ada kelinci, burung, kucing, capung, kupu-kupu dan yang lainnya. Pada suatu...


Artikel Paling Banyak Dibaca:
Resep Makanan Bayi Umur 6-12 Bulan
1. PUDING ROTI APEL BAHAN : 150 gr apel, cuci belah empat dan buang bagian tengahnya 75 gr roti tawar buang tepinya dan iris kecil 50 ml...
Tabel Berat & Tinggi Badan Rata-Rata
Berapa berat dan tinggi ideal anak Anda? Berikut adalah tabel Berat & Tinggi Badan Rata-Rata  untuk anak berumur 0 - 5 tahun, tanpa membedakan...
Diare pada Bayi
Diare Infeksius adalah suatu keadaan dimana anak sering buang air besar dengan tinja yang encer sebagai akibat dari suatu infeksi. PENYEBAB...
Rumus untuk Menghitung Berat Badan Ideal
Ternyata, rumus untuk menghitung berat badan ideal telah ada sejak lebih dari seabad lalu. Rumus berat badan ideal yang pertama dibuat oleh seorang...
Menu Makanan Anak Usia 1-2 Tahun (12-24 Bulan)
Pada prinsipnya, begitu anak menginjak usia 1 tahun, dia sudah dapat mengkonsumsi makanan yang istilahnya ...

Trackback(0)
Komentar (1)add comment
0
han: ...
penting banget nih biar bisa nyenyak tdr mlm

best regards
HAN
http://mhprihantoro.blogdetik.com/green-apple-4sale/
http://mhprihantoro.blogdetik.com/
1

Juni 03, 2011
Voting: +0

Tulis komentar

security image
Write the displayed characters


busy
 
Balita-Anda Online
Panduan Orangtua yang Cerdas, Kreatif dan Inovatif dalam Merawat dan Mendidik Bayi / Balita

 

Balita-Anda

Kalender Kesuburan

Silakan pilih hari pertama periode terakhir masa menstruasi Anda:

- -

Lama Siklus

Milis Balita-Anda

untuk bergabung dengan milis Balita-Anda silakan kirim email kosong ke:
balita-anda-subscribe@balita-anda.com

Link Bermanfaat


d’BC Network
Sambil jaga anak, sambil dandan, sambil masak, sambil berbisnis via internet.
Hanya di d’BC Network



Malino Voyage Tickets
Anda perlu tiket pesawat dengan harga lebih murah dari harga web? Plus ada diskon khusus untuk Anggota Balita-Anda silakan hubungi kami di Malino Voyage atau Telp/SMS ke 089623130099 atau hubungi Webmaster Balita-Anda


Login Anggota

Sign in with Facebook
0 users and 457 guests online
www.balita-anda.com-together
     
    
Home Ensiklopedia Balita Agar Tidurnya Nyenyak, Nyaman, dan Aman
Banner
Banner