| Tidur bagi si Kecil |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator | |||
| Senin, 12 Juli 2010 07:42 | |||
|
Bayi Anda cenderung rewel saat waktu tidur tiba? Mungkin ada yang salah dengan pola tidurnya sehingga bayi ‘bingung’ mengenali jam tidur. Bagi bayi, tidur memiliki manfaat yang sangat besar untuk tumbuh kembangnya. Pertama, untuk memberi kesempatan mengistirahatkan tubuh. Kedua, untuk memberi kesempatan meningkatkan proses metabolisme, yakni proses pengolahan pangan menjadi energi yang dibutuhkan.
Saat tidur pertumbuhan fisik bayi akan terpacu. Dengan begitu, lama tidaknya tidur bayi berkait erat dengan pertambahan berat badan, tinggi badan, dan kesehatan fisiknya secara umum. Bayi yang tidurnya kurang biasanya pertumbuhan fisiknya tak sebagus bayi yang tidurnya cukup. Manfaat lain dari tidur juga bisa disimak dari sebuah penelitian yang dilansir di London tahun 1998. Penelitian tersebut mengungkap bahwa bayi yang banyak tidur, perkembangan otaknya akan optimal. Mengapa demikian? Aktivitas tidur merupakan salah satu stimulus bagi proses tumbuh kembang otak. Hal ini bisa dimengerti karena 75% hormon pertumbuhan dikeluarkan saat anak tidur. Hormon pertumbuhan inilah yang bertugas merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan. Selain itu hormon pertumbuhan juga memungkinkan tubuh memperbaiki dan memperbarui seluruh sel yang ada di tubuh, dari sel kulit, sel darah sampai sel saraf otak. Nah, proses pembaruan sel ini akan berlangsung lebih cepat kalau si bayi sering terlelap. Kenapa bayi sulit tidur? Lazimnya bayi tidak mengalami masalah tidur. Si kecil bisa dengan cepat tertidur pulas dan tidak mudah terbangun. Namun kadang ada juga yang sulit tidur dan mudah terbangun. Bayi tak mengenal istilah sulit tidur atau kurang tidur seperti orang dewasa karena umumnya mereka memiliki pola tidur sendiri yang berbeda dari orang dewasa. Sebaliknya, tak ada pula bayi yang kebanyakan tidur karena mereka akan langsung terbangun begitu merasa lapar, haus, dan sebagainya. Yang penting, usahakan waktu dan kualitas tidurnya cukup. Berapa lama bayi tidur? Berapa lama si bayi tidur harus diperhatikan. Berapa jumlah jam tidur yang cukup pada bayi? Soal yang ini tak bisa disamaratakan. Namun sebagai gambaran untuk bayi 0-1 bulan kumulasi jam tidurnya 16 jam (tidur siang/naps 7,5 jam, tidur malam 8,5 jam), 3 bulan kumulasi jam tidurnya 15 jam (tidur siang 5 jam, tidur malam 10 jam), 6 bulan kumulasi jam tidurnya 14,5 jam (tidur siang 4,5 bulan, tidur malam 10 jam), 9 bulan kumulasi jam tidurnya 14 (tidur siang 3, tidur malam 11), 12 bulan kumulasi jam tidurnya 13,5 (tidur siang 2,5 jam, tidur malam 11 jam). Perlu diingat, lama tidur pada bayi berpengaruh pada perkembangan fisik dan otaknya. Sayangnya, bayi sering kurang tidur justru akibat kesalahan orangtua yang mungkin tidak disengaja. Contohnya, karena ingin mendisiplinkan si kecil dalam hal makan/minum, orangtua membangunkannya untuk disusui. Padahal kalau bayi memang merasa lapar, meski sedang tidur ia pasti akan terbangun dengan sendirinya dan menangis. Begitu juga kalau ia ingin buang air kecil atau air besar. Bagaimana menjaga kualitas tidur bayi? Orangtua dapat membiasakan waktu tidur secara teratur. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengajarinya bahwa malam hari adalah waktu tidur. Caranya, biasakan menyusui dan mengganti popok dengan penerangan redup di malam hari. Ingatlah, jangan mengajaknya bermain usai mengganti popoknya yang basah. Setelah selesai, baringkan saja dan ajak ia kembali tidur. Jangan lupa perhatikan kenyamanan ruang tidurnya. Pastikan ventilasinya baik, pencahayaannya pas tidak kelewat terang ataupun gelap, tidak berisik, dan suhunya tidak terlalu dingin ataupun panas. Apa dampak bayi yang kurang tidur? Bayi yang selalu kurang tidur tentu akan mengalami dampak merugikan pada pertumbuhan dan perkembangannya. Pertumbuhan hormon dan sel-sel tubuhnya juga terganggu sehingga akan menurunkan daya tahan tubuhnya. Kadar sel darah putih dalam tubuh akan menurun padahal sel darah putih menentukan efektivitas sistem daya tahan tubuh. Akibatnya, si kecil jadi gampang sakit. Secara emosional, bayi yang kurang tidur biasanya juga rewel. Nah, parents, mulai sekarang, perhatikan pola tidur si kecil demi tumbuh kembangnya yang optimal kelak!
Sumber: HanyaWanita
Set sebagai favorit
Bookmark
Email
Hits: 2285 Trackback(0)
Komentar (0)
![]() Tulis komentar
|






