|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 12 Juli 2010 07:27 |
|
Bayi yang baru dilahirkan selalu ingin mengisap sesuatu untuk mendapatkan rasa tenang dan nyaman. Tak heran jika banyak orang tua berpendapat, dot alias empeng merupakan suatu keharusan untuk dimiliki jika kita mempunyai seorang bayi. Tapi, apakah dot aman bagi si bayi? Jawaban ini masih terus diperdebatkan para ahli.
Sisi Positif
- Memberi kenyamanan. Banyak bayi yang langsung tenang jika mengisap sesuatu.
- Dot merupakan “hiburan” sejenak. Misalnya, Anda dapat memberinya dot untuk beberapa menit, sementara Anda menyiapkan botol susu atau makanannya.
- Dot bisa membantu bayi agar tidur.
- Bisa menolong dari kematian mendadak. Penelitian membuktikan, bayi yang diberi dot waktu tidur, bisa mengurangi gejala kematian secara mendadak.
- Dapat langsung dibuang. Akan lebih sulit jika Anda membiasakan si kecil mengisap jempol atau jari-jarinya untuk memperoleh ketenangan.
Sisi Negatif
- Menghilangkan nafsu minum ASI.
- Menimbulkan ketergantungan.
- Berisiko terkena infeksi telinga bagian tengah.
Tips tentang dot
Jika Anda memilih memberikan dot, ingat sejumlah tips berikut:
- Tunggu sampai bayi dapat menyusu dengan baik dari susu ibunya.
- Biarkan bayi menentukan sendiri, kapan ia mau menggunakan dot.
- Pilih dot dengan bahan yang baik dan mudah dibersihkan.
- Jika sudah ada yang dirasa pas oleh bayi, beli beberapa buah.
- Jaga kebersihan dot, termasuk merendam dot dengan air hangat sebelum digunakan.
- Jangan menggunakan tali untuk menggantung dot di leher bayi. Si kecil bisa terbelit tali dan mengakibatkan kematian.
- Jika dot terlepas dari mulut bayi ketika dia tidur, jangan masukkan kembali ke mulutnya.
- Cari cara lain untuk menenangkan bayi ketika ia rewel atau menangis. Jangan buru-buru disumpal dengan dot.
- Sadari betul, kapan harus menghentikan pemberian dot ke anak.
- Keputusan untuk memberikan dot atau tidak, berada di tangan Anda.
Kebiasaan buruk seputar mulut
- Tidur dengan botol susu tetap di mulut. Campuran gula dari susu tetap tinggal di gigi untuk waktu yang cukup lama akan menyebabkan timbulnya bakteri pada gigi anak.
- Mengisap jempol/jari. Kebiasaan ini dapat membuat gigi “maju”.
- Menelan pasta gigi. Akibatnya, menyebabkan suatu kondisi yang dikenal dengan istilah fluorosis, dimana pada kasus-kasus yang berat akan menimbulkan bercak putih atau warna coklat pada gigi.
Sumber: Tabloid Nova
Artikel Terkait:Tips Merawat Anak Campak
Lakukan isolasi. Putuskan kontak langsung maupun tak langsung (melalui peralatan sehar-hari seperti alat makan-minum, baju, alas tidur, dll)... Tokso: Apa yang Dapat Anda LakukanOrang dengan HIV sangat berisiko mendapat tokso, sebuah infeksi serius yang
sering menyerang otak. Artikel ini menjelaskan apa yang dimaksud... Anak Ogah Makan, Salah OrtuWalau seorang anak ogah-ogahan makan, bisa jadi bukan faktor si anak tetapi lantaran kesalahan ortu (orang tua) dalam menerapkan pola makan pada... Herpes Genitalis dan bayi CacatMenepuk air di dulang, tepercik muka sendiri. Karena itu dapat dimaklumi betapa sulitnya menemukan seseorang yang secara dini mau mengakui dirinya... 10 Hal Tabu dalam Mendidik AnakApa yang akan terjadi jika anak dibesarkan dalam kondisi yang dipenuhi dengan kekerasan? Tentu, ia akan mengadopsi cara-cara yang sering ia lihat ke...
Artikel Paling Banyak Dibaca:Resep Makanan Bayi Umur 6-12 Bulan
1. PUDING ROTI APEL
BAHAN :
150 gr apel, cuci belah empat dan buang bagian tengahnya 75 gr roti tawar buang tepinya dan iris kecil 50 ml... Tabel Berat & Tinggi Badan Rata-RataBerapa berat dan tinggi ideal anak Anda? Berikut adalah tabel Berat & Tinggi Badan Rata-Rata untuk anak berumur 0 - 5 tahun, tanpa membedakan... Diare pada Bayi
Diare Infeksius adalah suatu keadaan dimana anak sering buang air besar dengan tinja yang encer sebagai akibat dari suatu infeksi. PENYEBAB... Rumus untuk Menghitung Berat Badan IdealTernyata, rumus untuk menghitung berat badan ideal telah ada sejak lebih dari seabad lalu. Rumus berat badan ideal yang pertama dibuat oleh seorang... Menu Makanan Anak Usia 1-2 Tahun (12-24 Bulan)Pada prinsipnya, begitu anak menginjak usia 1 tahun, dia sudah dapat mengkonsumsi makanan yang istilahnya ...
Trackback(0)
|