| Jenis-Jenis Makanan Bayi |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator | |||
| Jumat, 08 Januari 2010 07:30 | |||
|
Gunakan saat pertama menyusui untuk membiasakan diri dengan teknik menyusui daripada sekadar untuk memenuhi perut bayi, meski Anda juga perlu memastikan bayi Anda tak kelaparan sementara kalian saling belajar. Pada hari pertama menyusui, tiap kali Anda menyusui, susui tak lebih dari 5 menit di setiap sisi. Lalu 10 menit pada hari kedua dan 15 menit atau lebih pada hari ketiga. Tapi ini bukan patokan baku. Sejumlah ahli setuju, sejak awal bayi boleh menyusu selama ia suka. Setelah susu mengalir, susui selama 10 menit pada payudara pertama, dan selama bayi suka pada payudara kedua, lalu pindahkan kembali pada payudara pertama bila bayi tampaknya masih lapar setelah mengosongkan payudara kedua. Jika bayi tertidur sebelum Anda memindahkannya, bantu ia agar bersendawa, kemungkinan besar ia akan mau menyusu lagi. Tiap kali menyusui, mulailah dari payudara kiri atau kanan secara bergantian. Sampai akhir usia 3 bulan, bayi belum perlu makanan tambahan, jika produksi ASI mencukupi. Penting diketahui, banyak-sedikitnya ASI yang keluar, tergantung pada rangsangan bayi. Jadi, payudara pasti memproduksi susu sedikit bila bayi jarang menyusu. Sebaliknya, jika bayi sering menyusu ASI, produksi ASI pun meningkat. Berapa lama Anda akan memberinya ASI merupakan keputusan pribadi Anda. Idealnya, ASI diberikan secara eksklusif selama 4 bulan. Akan lebih baik lagi jika sampai bayi usia 2 tahun. Kapan pun Anda memutuskan berhenti menyusui ASI, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda. Susu Formula Sampai usia 3-4 bulan, susu formula diberikan 5-6 kali 180 ml atau tergantung kebutuhan bayi dan diberikan tiap 2 atau 3 jam. Tapi penjadwalan ini hendaknya tak bersifat kaku. Jika sebelum tiba waktunya minum susu, si kecil sudah menangis karena lapar, Anda dapat saja menyusuinya. Hanya perlu diingat, bayi menangis tak selalu berarti lapar. Jika Anda sudah mencoba berbagai usaha untuk menenangkannya dan ia masih tetap menangis, boleh jadi ia memang benar-benar lapar. Mulai usia 6 bulan, bayi perlu tambahan susu lanjutan. Diberikan 2 kali 180-200 ml, karena ia sudah mulai mendapatkan makanan setengah padat (nasi tim disaring). Sekali lagi, jadwal ini tak bersifat kaku. Begitu pun takarannya. Yang paling baik, sesuaikan dengan kebutuhan bayi Anda. Jangan paksa si kecil menghabiskan susunya. Jika Anda melihat ia baru minum separuh dari jumlah yang biasanya ia minum, tak apa-apa. Seorang bayi yang sehat tahu kapan ia harus berhenti. Pemaksaan hanya membuatnya menangis dan bukan tak mungkin ia akhirnya jadi muntah karena perutnya terlalu penuh. Periksa selalu tanggal kadaluwarsa dari susu formula. Periksa pula kemasan/kalengnya. Jika penyok, bocor atau mengalami kerusakan lainnya, jangan digunakan. Susu formula yang tersisa (tak habis diminum) sebaiknya dibuang karena merupakan tempat berkembang biaknya bakteri. Buah-buahan Buah-buahan lain seperti melon, alpukat, semangka, pir, dan lainnya dapat diberikan mulai usia 6 bulan. Tapi jangan beri buah-buahan yang bergetah dan yang dapat menimbulkan diare seperti sawo, nenas, durian, mangga. Pada tahap awal beri kira-kira 30-50 ml air buah sebagai pengenalan dan untuk melihat reaksi yang timbul. Jika setelah minum air jeruk, misalnya, si kecil lalu mencret, ganti dengan buah lain pada pemberian berikutnya. Ingatlah untuk selalu mencuci bersih setiap buah sebelum diberikan pada bayi. Makanan padat berikutnya nasi tim, terdiri dari bubur beras ditambah daging/ikan/ayam/hati dan sayuran seperti wortel dan bayam. Mulai diperkenalkan pada usia 6 bulan, tapi nasi tim ini harus diblender dulu atau diulek hingga halus di atas saringan, sebelum diberikan pada bayi. Setelah bayi usia 10 bulan baru, nasi tim tak perlu dihaluskan lagi. Setelah usia 6 bulan, si kecil boleh diberi makanan lain seperti roti, agar-agar, puding, bubur kacang ijo, dan lainnya. Bahkan coklat dan es krim. Untuk yang disebut terakhir, Anda perlu hati-hati, terutama jika si kecil punya alergi. (AnakBayi)
Set sebagai favorit
Bookmark
Email
Hits: 10123 Trackback(0)
Komentar (0)
![]() Tulis komentar
|



ASI = Air Susu Ibu


