|
Kehamilan
|
|
Ditulis oleh Hasbullah de Macassart
|
|
Senin, 08 Maret 2010 08:23 |
|
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk rahim saya menyusut?
Pada saat anda memasuki persalinan, rahim anda 15 kali lebih berat (belum termasuk isinya!) dan kapasitasnya sekitar 500 kali lebih besar dibanduingka sebelum anda hamil. Dalam beberapa menit setelah bayi lahir, kontraksi menyebabkan rahim menyusut, mengepalkan sendiri seperti tinju, otot akan saling silang mengencangkannya dengan cara yang sama seperti pada saat persalinan.
Kontraksi ini akan menyebabkan plasenta terpisah dari dari dinding rahim. Setelah plasenta terlepas, rahim akan menjepit sangat kuat, sehingga pembuluh darah yang terbuka di daerah di mana plasenta menempel akan tertutup. Ketika rahim terus berkontaksi, Anda mungkin merasa kram yang dikenal sebagai afterpains.
Untuk beberapa hari pertama setelah persalinan, Anda akan merasakan bagian atas rahim hanya beberapa lebar jari saja di bawah pusar Anda. Dalam seminggu berat rahim anda sekitar 450 gram - setengahnya dari yang ditimbang pada saat persalinan. Setelah dua minggu akan turun menjadi hanya 300 gram dan terletak sepenuhnya di dalam panggul. Setelah empat sampai enam minggu, rahim beratnya akan seperti pada pra-kehamilan yaitu sekitar 70 gram. Proses ini disebut involusi uterus.
Bahkan setelah rahim Anda menyusut kembali ke dalam panggul, Anda akan terus terlihat seperti hamil selama beberapa minggu atau lebih. Itu karena otot-otot perut Anda tertarik selama kehamilan, dan itu akan memakan waktu - berolahraga secara teraturr - untuk mendapatkan kembali bentuk perut anda yang ideal.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Psikologi
|
|
Ditulis oleh Administrator dari Gopina Goham
|
|
Senin, 15 Februari 2010 12:11 |
|
Sebenarnya, senjatanya Psikolog itu bukan tes lho. Ada dua senjata utama psikolog : anamnesa dan observasi. Dengan dua keterampilan tersebut, Psikolog bisa memberikan 'working diagnosis' yang akan digunakan untuk menegakkan diagnosis.
Jadi kapan seorang anak perlu di tes psikologi? jawabnya adalah JIKA PERLU. Ada kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan seorang psikolog untuk melakukan pengetesan kecerdasan (tes IQ) terhadap seorang anak. Pertama, jika ada pihak lain yang memerlukan hasil pengetesan. Biasanya, ini terjadi bila anak harus menjalani evaluasi psikologis sebagai persyaratan masuk ke sekolah atau sebagai informasi bagi pihak guru untuk menganalisis dan mengatasi permasalahan yang terjadi pada anak di sekolah. Kedua, jika ternyata kasus yang dihadapi seorang anak berkaitan dengan aspek kecerdasannya. Bila tidak diperlukan angka kecerdasannya, maka tidak perlu suatu tes.
Tes psikologi banyak macamnya. Ada tes kecerdasan, ada tes kepribadian. Untuk anak, ada 2 tes kecerdasan standar internasional yang biasa digunakan di Indonesia, terutama untuk anak usia sekolah. Skala Stanford-Binet (SB) dan Skala Wechsler. Di luar dua jenis skala tersebut, biasanya adalah skala tes buatan yang belum terstandardisasi secara baku. Cara pengetesan terhadap anak harusnya berlangsung secara individual. Karena, anak memerlukan situasi pengetesan yang baik agar hasilnya optimal. Selain itu, psikolog juga tetap melakukan observasi terhadap cara kerja anak. Jadi, hasilnya tidak melulu karena angka, tapi juga meliputi hasil pengamatannya. Pelaksanaan yang individual tentunya akan mempengaruhi harga. Akan beda harga yang dikenakan bila pelaksanaan tes klasikal seperti seleksi karyawan. Ada variabel waktu pelaksanaan yang harus diperhitungkan.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Tips
|
|
Ditulis oleh Hasbullah de Macassart
|
|
Jumat, 29 Januari 2010 08:07 |
|
Mencatat perkembangan bayi Anda dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk melihat dia tumbuh, terutama jika Anda menggunakan sistem lembar memo untuk mencatat semua perkembangannya. Dari senyum pertama hingga pesta pertamanya, orangtua yang mencatat dalam lembar memo perkembangan anak-anak mereka dapat menjadi lebih baik untuk terus menjaga mereka; hal tersebut akan memberikan catatan tahun-tahun awal bayinya.
Tubuh orang dewasa bekerja sepanjang waktu, tetapi tubuh kita jarang untuk tumbuh terus. Sebaliknya, Anda akan melihat bahwa anak Anda memiliki pertumbuhan pesat sekali dalam waktu yang relatif singkat. Dokter anak Anda akan membandingkan pertumbuhan anak Anda menggunakan grafik persentil; Anda dapat menemukan grafik seperti ini di website ini jika Anda ingin untuk menandai perkembangan anak Anda terhadap perkembangan yang ideal. Tetapi jika Anda hanya berencana untuk membuat grafik pertumbuhan bayi Anda sebagai hobi yang menyenangkan, Anda tidak perlu khawatir tentang persentil.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Tips
|
|
Ditulis oleh Hasbullah de Macassart
|
|
Kamis, 28 Januari 2010 07:44 |
|
Jawaban atas pertanyaan ini adalah "ya". Jawabannya juga "tidak"! Jawaban lengkapnya adalah seperti pada semua manusia, bayi perlu mengambil air untuk bertahan hidup. Tapi dalam kenyataannya mereka tidak benar-benar perlu minum air, dokter anak menyarankan agar tidak memberikan bayi Anda air tawar atau air suling hingga dia berusia enam bulan. Bayi mendapatkan kebutuhan air mereka dengan minum ASI atau susu formula, yang keduanya sebagian besar merupakan air.
Alasan dokter agar Anda tidak memberi bayi Anda air tawar adalah karena air tersebut mudah untuk mengisi perut bayi; beberapa ons saja akan sangat berpengaruh. Bayi harus mengisi perutnya dengan makanan untuk mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan. Setelah bayi Anda telah tumbuh gigi, dia akan perlu fluorida untuk mendukung gigi barunya, sehingga memberikan air minum adalah cara yang baik untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tapi sampai saat itu, biarkanlah bayi Anda mendapatkan air dari ASI atau susu formula.
Jika bayi Anda panas, dokter anak Anda mungkin menyarankan Anda untuk memberikan kepadanya lebih banyak cairan. Biasanya, dokter akan menyarankan cairan seperti Pedialyte, yang mengandung nutrisi untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit anak Anda. Sekali lagi, jangan memberi bayi Anda air dari cairan lain kecuali dokter menyarankannya
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>
|
|
halaman 1 of 54 |